Nov 25, 2024
Announcements
24 Comments
MENPAR UNDANG UEA UNTUK INVESTASI DI INDONESIA 5 mins read

Halo, Sobat Ekraf! Ada kabar baik dari sektor pariwisata Indonesia. Pada Sabtu, 23 November 2024, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab (UEA). Dalam rangkaian kunjungannya di Abu Dhabi, Menpar bertemu dengan sejumlah pihak strategis untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dan mengundang lebih banyak investasi dari UEA.

Kerja Sama dengan UEA untuk Pariwisata Indonesia

Menpar Widiyanti bertemu dengan Minister of Economy UAE, Abdulla Bin Touq Al Marri, serta sejumlah perusahaan besar seperti Nirvana Travel & Tourism, Haliburg Group, dan Etihad Airways. Dalam pertemuan tersebut, ia memaparkan potensi pariwisata Indonesia, termasuk lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan sepuluh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

“Indonesia memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Dengan investasi yang terus meningkat, kami optimistis sektor ini dapat menjadi penggerak utama ekonomi nasional,” ujar Menpar Widiyanti.

Lonjakan Investasi UEA di Sektor Pariwisata

Pada tahun 2023, realisasi investasi UEA di sektor pariwisata Indonesia meningkat hampir enam kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai angka 3,4 juta dolar AS. Hingga 2024, jumlah ini telah bertambah sebesar 1,8 juta dolar AS, menjadikan total investasi dalam tiga tahun terakhir mencapai 5,66 juta dolar AS.

“Angka ini menunjukkan kepercayaan tinggi investor UEA terhadap potensi pariwisata Indonesia. Kami ingin terus memperluas peluang ini,” kata Menpar.

Promosi Destinasi dan Kemitraan Strategis

Menpar Widiyanti juga memanfaatkan kunjungannya untuk mempromosikan destinasi unggulan Indonesia kepada wisatawan dan investor UEA. Lima DPSP yang menjadi fokus utama adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalik, Labuan Bajo, dan Likupang.

Menurut Menpar, DPSP dan KEK telah dipersiapkan dengan infrastruktur, promosi, dan kebijakan yang mendukung untuk menarik wisatawan serta investor. “Setiap destinasi adalah perpaduan unik antara budaya, keindahan alam, dan peluang bisnis yang belum dimanfaatkan,” jelasnya.

Kerja Sama dengan Etihad Airways

Dalam pertemuan dengan Etihad Airways, Menpar Widiyanti membahas potensi promosi pariwisata melalui program-program kreatif. Salah satunya adalah mengundang Key Opinion Leaders (KOL) dan operator tur ternama ke Indonesia, di mana Etihad Airways akan menanggung tiket internasional, sementara Kemenparekraf mendukung akomodasi dan transportasi lokal.

“Saya berharap ke depan kita dapat menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Etihad Airways untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia,” katanya.

Daya Tarik Pariwisata yang Didukung Iklim Investasi Kondusif

Selain destinasi unggulan, Menpar Widiyanti menekankan bahwa Indonesia kini memiliki iklim investasi yang semakin kondusif. Dengan peringkat kredit BBB+, stabilitas ekonomi dan keuangan Indonesia diakui dunia. Pemerintah juga telah mengadopsi kebijakan seperti Pendekatan Berbasis Risiko dan sistem Online Single Submission (OSS) untuk mempermudah investor.

“Kami terbuka untuk bisnis dan siap bermitra dengan investor untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera,” tegasnya.

Kuliner Nusantara di Abu Dhabi

Selain fokus pada investasi, Menpar Widiyanti juga meninjau Rempah Indonesian Restaurant, sebuah restoran yang menyajikan makanan khas Indonesia di Abu Dhabi. Restoran ini diharapkan menjadi jembatan budaya dan promosi kuliner Nusantara di UEA.

Sobat Ekraf, Ayo Dukung Pariwisata Indonesia!

Kunjungan Menpar Widiyanti ke UEA adalah bukti komitmen kuat untuk menjadikan pariwisata Indonesia semakin maju dan mendunia. Sobat Ekraf, mari bersama mendukung upaya ini dengan terus mempromosikan destinasi lokal dan menjaga keindahan budaya kita.

Dengan kerja sama internasional yang solid, pariwisata Indonesia siap menjadi salah satu sektor unggulan yang menggerakkan roda ekonomi nasional!

Artikel Terkait