Daftar Blog

Sumatera Barat Menjadi Salah Satu Prioritas Nasional Pengembangan Ekonomi Kreatif

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar yang sangat menggembirakan buat sobat ekraf, khususnya para pelaku ekonomi kreatif di Sumatera Barat. Kementerian Ekonomi Kreatif telah memasukkan Sumatera Barat sebagai salah satu dari 12 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia. Dari total 38 provinsi di Tanah Air, hanya 12 yang terpilih menjadi daerah prioritas, dan Sumbar salah satunya!

Dorongan Pemerintah Pusat untuk Ekraf Sumbar

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Luhur Budianda, mengungkapkan bahwa penetapan Sumbar sebagai provinsi prioritas ini diharapkan dapat mempercepat perkembangan ekraf di wilayah kita. Berkat dukungan dari pemerintah pusat, Sobat Ekraf di Sumbar akan mendapat akses lebih banyak terhadap program pengembangan, fasilitas, dan pendanaan untuk memajukan sektor ini.

"Dalam rapat terakhir bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dan Bappenas, Sumatera Barat masuk dalam rencana prioritas pengembangan ekraf. Kita berharap ini bisa segera terealisasi," ujar Luhur pada Kamis (7/11/2024).

Payung Hukum dan Roadmap untuk Pengembangan Ekraf Sumbar

Dalam upaya mendukung pengembangan ekraf di Sumbar, pemerintah provinsi telah menyiapkan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengembangan Ekraf, serta Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai panduan teknis. Langkah ini akan dilengkapi dengan rencana induk dan peta jalan (roadmap) yang disiapkan mulai tahun depan, untuk memastikan setiap langkah pengembangan ekraf di Sumbar berjalan sesuai visi.

Ekraf di Sumatera Barat mencakup 17 subsektor, namun ada tiga subsektor unggulan yang menjadi fokus utama dalam roadmap pengembangan: kuliner, kriya, dan fashion. Selain itu, ada subsektor lokomotif yang berpotensi besar, seperti film dan musik.

Ekraf Sumbar Tumbuh Pesat: Dari 1.944 ke 2.469 Pelaku Ekraf

Perkembangan ekraf di Sumbar cukup pesat. Pada tahun 2022, tercatat ada 1.944 pelaku ekraf, dan jumlah ini meningkat menjadi 2.469 pelaku pada tahun 2023. Ini menunjukkan betapa besar minat dan potensi ekraf di Sumbar!

Sebagai tambahan, Pemprov Sumbar tengah mengembangkan aplikasi khusus untuk mendata dan memetakan pelaku ekraf di wilayah ini. Melalui aplikasi ini, diharapkan program-program pengembangan bisa lebih tepat sasaran dan menjangkau seluruh pelaku ekraf di Sumbar.

Potensi Besar untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, kita berharap program prioritas ini dapat memberikan dampak signifikan bagi perekonomian dan lapangan kerja di Sumatera Barat, khususnya di sektor ekraf. Dari kuliner hingga kriya dan fashion, potensi ekraf Sumbar siap menjadi pilar utama perekonomian daerah yang juga mendukung warisan budaya lokal.

Yuk, Sobat Ekraf, kita bersama-sama dukung dan manfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kreativitas dan potensi yang kita miliki di sektor ekraf! Dengan kerja keras dan inovasi, ekonomi kreatif Sumatera Barat siap menjadi kebanggaan Nusantara.

Admin on Nov 08, 2024
Malang Fashion Week 2024 Kolaborasikan Mode dan Pariwisata untuk Ekraf yang Tak Terbatas!

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar gembira buat kalian para pecinta fashion dan pelaku industri kreatif. Gelaran mode terbesar di Malang Raya, Malang Fashion Week (MFW) 2024, kembali hadir dengan konsep yang lebih segar dan inspiratif! Diadakan mulai Kamis, 7 November 2024 hingga Minggu, 10 November 2024, acara ini berlangsung di Malang City Point dan dimeriahkan oleh kolaborasi Indonesian Fashion Chamber bersama Bank Indonesia Malang dan Pemerintah Kota Malang.

Tema "Invinite" yang Menggugah: Mode yang Tak Lekang oleh Waktu

Tahun ini, MFW 2024 mengusung tema “Invinite” yang berarti tak terbatas atau tak lekang oleh waktu. Tema ini mencerminkan tren mode yang terus bergerak dan memberikan pengaruh yang mendalam. Sebagai salah satu dari tiga Fashion Week besar di Indonesia (bersama dengan Jakarta Fashion Week dan Jogja Fashion Week), MFW menginspirasi dengan konsep fashion tourism yang menggabungkan kekuatan mode dan pariwisata untuk mendongkrak perekonomian kreatif dan pariwisata di Malang.

Lebih dari 387 Desainer Menampilkan Karya Terbaiknya

MFW 2024 menampilkan hasil karya dari 387 desainer, mulai dari desainer pemula hingga profesional. Pengunjung dapat menikmati karya delapan guest designer internasional dan nasional, 85 desainer profesional, serta 294 desainer pemula yang terdiri dari UMKM, SMK, dan mahasiswa mode. Para desainer ini berasal dari berbagai penjuru Nusantara, termasuk Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Malang Fashion Week menjadi wadah bagi talenta-talenta kreatif untuk unjuk gigi, termasuk 26 desainer dari 13 SMK di Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo yang telah mengikuti bootcamp bersama Wignyo Rahadi, pendiri IFC, yang didukung oleh Bank Indonesia.

Rangkaian Kegiatan yang Tak Boleh Dilewatkan

MFW 2024 tidak hanya menawarkan fashion show saja, Sobat Ekraf! Ada banyak kegiatan menarik lainnya, seperti pameran fashion, lomba pemilihan model dan face icon, serta talkshow dan seminar yang inspiratif. Bagi kalian yang ingin lebih mendalami dunia mode, tersedia juga bootcamp yang bisa menjadi ajang belajar dan berjejaring.

Dukungan Bank Indonesia untuk Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Berwisata di Indonesia

Bank Indonesia Malang turut hadir memberikan dukungannya pada MFW 2024 sebagai bagian dari upaya memperkuat Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI). Dengan langkah nyata ini, BI menunjukkan komitmennya dalam mengangkat produk-produk lokal dan mendorong ekonomi kreatif yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

MFW 2024: Inspirasi Mode dan Kreativitas Tanpa Batas

Acara ini bukan hanya menjadi ajang untuk menikmati mode, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk semakin kreatif di bidang fashion dan memperluas pasar bagi para desainer lokal. Dengan menghadirkan konsep fashion tourism, MFW 2024 juga berupaya memperkenalkan pariwisata Malang ke tingkat internasional.

Jadi, jangan sampai ketinggalan Sobat Ekraf! Yuk, meriahkan Malang Fashion Week 2024 dan dukung karya anak bangsa untuk mode Indonesia yang semakin mendunia!

Admin on Nov 08, 2024
Purbalingga Segera Bentuk Komite Ekonomi Kreatif: Langkah Baru untuk Majukan Ekraf Lokal

Halo, Sobat Ekraf Purbalingga! Ada kabar baik untuk kita semua yang bergelut di sektor ekonomi kreatif (Ekraf). Dalam waktu dekat, Purbalingga akan membentuk Komite Ekonomi Kreatif (KEK) untuk mengembangkan sektor Ekraf di daerah ini. Hal ini disampaikan oleh Mukodam, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Purbalingga, dalam kegiatan FGD pada Selasa, 5 November 2024.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari ketentuan yang mewajibkan setiap kabupaten/kota untuk membentuk KEK sebagai upaya pengembangan ekonomi kreatif di tingkat lokal. Kehadiran KEK nantinya akan menjadi jembatan sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mendukung beragam sub sektor Ekraf.

Mengenal 17 Sub Sektor Ekraf di Purbalingga

Sobat Ekraf, di Purbalingga ada 17 sub sektor Ekraf yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Sub sektor tersebut mencakup aplikasi, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film dan animasi, fotografi, e-sports, kriya, kuliner, musik, fashion, periklanan, penerbitan, televisi, seni pertunjukan, dan seni rupa. Wah, lengkap banget, ya!

Mukodam menyampaikan bahwa setiap OPD akan mengampu sub sektor yang sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Misalnya, sub sektor aplikasi dan desain komunikasi visual akan menjadi tanggung jawab Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo). Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan masing-masing sub sektor melalui peran aktif setiap OPD.

Proses Pembentukan KEK dan Peran Setiap OPD

Saat ini, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) sudah mulai menyusun draft KEK dengan merujuk pada pedoman dari provinsi serta contoh dari kabupaten/kota lain. “Diskusi ini dilakukan untuk menyempurnakan draft KEK sebagai bahan keputusan Bupati. Setelah keputusan keluar, kami akan susun langkah berikutnya,” tutur Mukodam.

Pembentukan KEK ini juga akan disertai dengan Surat Edaran dari Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga yang memperkuat tugas dan tanggung jawab setiap OPD. Dengan adanya struktur dan aturan yang jelas, masing-masing OPD akan dapat memberikan dukungan sesuai bidangnya. Mukodam mengajak semua OPD untuk bersinergi dan mendukung pembentukan KEK agar dapat segera dimanfaatkan oleh para pelaku ekonomi kreatif di Purbalingga. Dengan terbentuknya KEK, diharapkan sektor Ekraf di Purbalingga bisa berkembang lebih pesat dan berkontribusi pada perekonomian daerah.

Tak hanya itu, pembentukan KEK juga akan mempermudah Kabupaten Purbalingga dalam memberikan laporan perkembangan Ekraf kepada pemerintah provinsi dan pusat. Langkah ini merupakan sinyal positif bahwa Purbalingga siap untuk semakin maju dan menjadi rumah bagi kreativitas anak bangsa. “Provinsi dan pemerintah pusat tentu akan minta laporan terkait dengan upaya-upaya  pengembangan Ekraf di Kabupaten Purbalingga,” pungkasnya.

Mari bersama-sama, Sobat Ekraf, kita dukung pembentukan KEK dan terus berkarya untuk menjadikan Purbalingga sebagai pusat kreativitas dan inovasi di Indonesia!

Admin on Nov 07, 2024
Kolaborasi Ekonomi Kreatif dan GoTo (Gojek dan untuk Memperkuat UMKM di Kota Denpasar

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar menarik dari kota Denpasar yang terus bertransformasi dalam ekonomi kreatif-digital, berkat peran besar UMKM yang didukung ekosistem GoTo. Di era digital ini, UMKM di Denpasar sudah jadi pilar utama ekonomi daerah, bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tapi juga memajukan sektor ekonomi kreatif.

Dengan generasi muda sebagai penggerak, UMKM di Denpasar semakin berkembang melalui inovasi digital. Sejak 2023, Graha Yowana Suci menjadi pusat inkubasi bisnis kreatif yang memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk bereksperimen dengan produk-produk baru—termasuk kuliner unik yang kini jadi favorit masyarakat. Dalam upaya ini, GoTo hadir untuk mendukung penuh perjalanan digitalisasi ini, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Denpasar demi mengembangkan ekosistem UMKM yang kuat.

Kolaborasi GoTo dan Pemerintah Kota Denpasar benar-benar menunjukkan hasil nyata. Dengan layanan terintegrasi seperti GoFood untuk kuliner, Gojek untuk transportasi, serta GoPay Merchant yang memudahkan transaksi digital, ekosistem ini memfasilitasi UMKM untuk semakin modern dan produktif. Seperti yang disampaikan Rayi Bimantara, District Head Gojek Wilayah Bali Nusra, “Dukungan Pemerintah Kota Denpasar membantu kehadiran ekosistem GoTo yang melayani kebutuhan sehari-hari sekaligus memajukan pelaku UMKM."

Tidak berhenti di situ, dukungan ekosistem GoTo juga terlihat dalam acara Denpasar GoFood Expo yang berlangsung dari 3 November hingga 17 November 2024. Di sini, Sobat Ekraf di Denpasar bisa menikmati aneka sajian dari 24 merchant kuliner GoFood pilihan, serta transaksi aman dan praktis melalui QRIS dan aplikasi GoPay Merchant.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, menekankan bahwa kolaborasi ini mempercepat sinergi antara UMKM dan anak muda yang melek teknologi. "Kami yakin kolaborasi ini akan mendorong transformasi ekonomi kreatif-digital Denpasar. Semoga Graha Yowana Suci bisa terus berkembang menjadi destinasi wisata ekonomi kreatif di Denpasar."

Sobat Ekraf, dengan kolaborasi kuat dan dukungan penuh dari ekosistem digital, Denpasar siap bersaing sebagai kota kreatif yang tangguh secara digital. Yuk, dukung perkembangan UMKM Denpasar dan terus majukan ekonomi kreatif Indonesia!

Admin on Nov 06, 2024
D-Futuro Futurist Summit 2024: Semangat Baru untuk Inovasi dan Ekonomi Kreatif Indonesia

Halo Sobat Ekraf! Indonesia kembali menjadi tuan rumah konferensi besar yang bertujuan mendorong inovasi dan pengembangan ekonomi kreatif, yaitu D-Futuro Futurist Summit 2024! Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, membuka acara ini di The Kasablanka Hall, Jakarta, Selasa (5/11/2024), dengan penuh harapan. Konferensi ini menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri, membahas tentang teknologi dan sains yang bisa membantu memecahkan tantangan di masa kini dan masa depan.

Dalam pidato pembukaannya, MenEkraf Teuku Riefky mengapresiasi penyelenggaraan acara ini. “Acara ini kita harapkan menjadi enabler untuk semua permasalahan yang sedang kita hadapi bersama,” ujarnya. Beliau juga mengingatkan bahwa dukungan untuk generasi muda kita sangat penting dalam menciptakan inovasi yang dapat memajukan ekonomi kreatif Indonesia sebagai pilar ekonomi nasional.

Sejalan dengan Asta Cita yang menjadi visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ekonomi kreatif diberikan ruang yang besar untuk tumbuh dan berkembang. Hal ini terlihat dari kinerja ekonomi kreatif di Indonesia yang terus meningkat. Pada semester I-2024, sektor ini mencatatkan nilai tambah hingga Rp749 triliun (55% dari target Rp1.300 triliun) dan nilai ekspor produk ekonomi kreatif mencapai USD12 miliar (45% dari target USD27,5 miliar). Dari segi tenaga kerja, sektor ini diprediksi akan menyerap hampir 26 juta pekerja pada akhir 2024.

Menurut Teuku Riefky, ekonomi kreatif tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tapi juga membawa Indonesia lebih dikenal di kancah internasional. "Melalui pengembangan kekayaan intelektual berbasis budaya, budaya kita tidak hanya terlindungi, tapi juga diberi ruang untuk berkembang, memperkaya kreativitas dan memberi nilai ekonomi yang nyata," tambahnya. Dengan dukungan teknologi dan digitalisasi, kekayaan budaya kita dapat semakin dikenal dunia, dari fesyen hingga game development, musik, kriya, dan banyak lagi!

Namun, sektor ini masih memiliki tantangan besar. Dalam laporan Global Innovation Index 2023, Indonesia berada di peringkat 85. Ini menjadi dorongan untuk memperbaiki infrastruktur kreatif kita. Berbagai strategi akan diwujudkan oleh KemenEkraf, seperti penyederhanaan regulasi, insentif pajak, dan akses ke pendanaan. "Kolaborasi pentahelix – pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media – adalah kunci untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kreatif yang mendukung pelaku industri," jelas Riefky.

 

Konferensi D-Futuro Futurist Summit 2024 yang mengusung tema "Guarding Today, Guiding Tomorrow" akan berlangsung hingga 7 November 2024. Selain konferensi, akan ada workshop interaktif serta acara penghargaan untuk para inovator yang berkontribusi bagi kemajuan teknologi dan inovasi di Indonesia. Ini adalah momentum bagi kita semua, Sobat Ekraf, untuk terus berkarya, berinovasi, dan membangun ekonomi kreatif yang berdaya saing global!

Admin on Nov 06, 2024
Potensi Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bandung: Visi Sahrul Gunawan untuk Membawa Ekraf yang Lebih Maju

Hai, Sobat Ekraf di Kabupaten Bandung! Calon Bupati Bandung nomor urut 1, Sahrul Gunawan, mengusung visi menarik untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif (Ekraf) sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Dalam safari politiknya di Majalaya, Senin (4/11/2024), Sahrul menyampaikan pentingnya program yang komprehensif untuk mengoptimalkan potensi Ekraf hingga ke pelosok Kabupaten Bandung. Dengan pengembangan Ekraf, beliau berharap bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memberikan kontribusi signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Potensi Ekraf harus dioptimalkan hingga simpul-simpul di bawah, karena ini akan menyumbang PAD yang luar biasa,” ujarnya. Menurut Sahrul, pemanfaatan aset lokal, seperti stadion Si Jalak Harupat, bisa menjadi salah satu upaya konkret. Tidak hanya untuk kegiatan olahraga dan konser, pemanfaatan fasilitas ini harus didukung infrastruktur yang baik agar menghasilkan PAD yang lebih besar bagi Kabupaten Bandung.

Lebih jauh lagi, Sahrul ingin menghadirkan berbagai acara atau event yang dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah. Acara-acara seperti ini, katanya, bisa menjadi pemicu tumbuhnya ekosistem Ekraf dengan melibatkan generasi muda. “Dengan memberdayakan anak-anak muda, membentuk tim, bahkan meng-hire profesional, kita bisa menciptakan ekosistem Ekraf yang produktif dan berkelanjutan,” tuturnya.

Jika terpilih menjadi Bupati Bandung, Sahrul berencana menghadirkan program pelatihan dan wadah kreasi untuk generasi muda, serta menciptakan “Program 1.000 Influencer.” Ide ini bertujuan untuk melatih generasi muda menjadi agen kreatif yang bisa mempromosikan potensi Ekraf Kabupaten Bandung secara lebih luas. “Dana yang digelontorkan nanti akan membawa dampak lebih besar. Mereka akan dilatih dan menjadi agen-agen dari segala potensi Ekraf yang ada,” tambahnya. 

Dalam era teknologi dan media sosial saat ini, Sahrul melihat peluang besar untuk mempromosikan Ekraf di Kabupaten Bandung. Dari potensi sound system lokal hingga seni budaya Sunda, semuanya bisa dikelola dan dikembangkan untuk menarik minat pasar yang lebih luas. Beliau juga berencana memberikan sertifikasi dan insentif bagi para pelaku seni budaya Sunda sebagai bentuk dukungan agar seni budaya khas daerah tetap hidup dan dikenal luas. 

Sahrul Gunawan dan pasangannya, Gun Gun Gunawan, mengusung slogan Kabupaten Bandung anu urang, ku urang, keur ruang, sebuah visi untuk memajukan ekonomi kreatif lokal dan membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat. “Gerakan yang masif dan orientasi yang jelas akan meningkatkan perekonomian melalui potensi Ekraf dengan kontribusi dan dukungan pemerintah,” tegasnya.

Yuk, Sobat Ekraf, dukung dan kembangkan potensi kreatif di Kabupaten Bandung! Dengan optimisme dan kolaborasi, kita bisa menciptakan masa depan Ekraf yang lebih cerah dan menambah kesejahteraan bersama. 

Admin on Nov 06, 2024
Potensi Besar Ekonomi Kreatif: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen

Halo, Sobat Ekraf! ???? Tahu nggak sih kalau sektor ekonomi kreatif di Indonesia semakin menunjukkan taringnya? Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan betapa besarnya potensi sektor ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara. Bahkan, ia memperkirakan sektor kreatif mampu memberikan kontribusi hingga 8 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Keren, kan? ????

Dalam paparan terbarunya di DFuturo Futurist Summit 2024 yang digelar di Jakarta, Pak Teuku Riefky menyebut bahwa pada semester pertama 2024, sektor ekonomi kreatif telah mencapai nilai tambah hingga Rp749 triliun, atau sekitar 55 persen dari target tahunan yang sebesar Rp1.300 triliun. Ini artinya, Sobat Ekraf, kita sudah berada di jalur yang tepat menuju target tersebut. ????

Tak hanya itu, nilai ekspor produk ekonomi kreatif kita juga sangat menggembirakan. Pada pertengahan tahun ini, nilai ekspor sektor ini mencapai USD12 miliar, atau 45 persen dari target USD27,5 miliar di tahun 2024. Produk-produk kreatif kita sudah mulai dikenal dan diakui dunia, khususnya di empat sektor utama: fashion, kriya, kuliner, dan penerbitan. ????????????

Pak Teuku Riefky juga menyoroti dampak positif ekonomi kreatif dalam penyerapan tenaga kerja. Tahun lalu saja, sektor kreatif berhasil menyerap sekitar 24,9 juta tenaga kerja. Angka ini diprediksi akan meningkat, dengan estimasi mendekati 26 juta orang di akhir 2024. Semakin banyak lapangan kerja yang tercipta, artinya semakin banyak pula peluang bagi anak-anak muda Indonesia untuk berkreasi dan berkarya.

Ini adalah bukti nyata bahwa inovasi dan kreativitas anak-anak muda Indonesia tak kalah dengan negara-negara lain. Dengan dukungan yang terus tumbuh dan inovasi yang tak pernah berhenti, sektor ekonomi kreatif Indonesia akan terus berkembang dan menjadi salah satu kekuatan utama dalam perekonomian nasional. ????

Yuk, Sobat Ekraf, kita bersama-sama mendukung dan membangun ekonomi kreatif Indonesia! Siapa tahu, ide dan karya kreatif kamu bisa jadi bagian dari kemajuan ekonomi negara. Terus berkarya, terus semangat! ✨

Admin on Nov 05, 2024
Apa itu Ekonomi Kreatif?

Mengenal Ekonomi Kreatif: Era Baru Berbasis Ide dan Kreativitas

Hai, Sobat Ekraf! Tahukah kamu kalau sekarang kita hidup di era ekonomi kreatif? Ini adalah era baru dalam dunia ekonomi yang sangat mengandalkan informasi, kreativitas, serta ide-ide segar sebagai kunci utama. Ekonomi kreatif ini berbeda dengan ekonomi konvensional yang hanya berfokus pada hasil produksi fisik atau bahan baku. Di era ini, sumber daya manusia dengan segala kreativitas dan pengetahuannya adalah faktor utama dalam produksi. Yuk, kita lihat lebih dalam tentang apa itu ekonomi kreatif dan bagaimana perjalanannya hingga berkembang di Indonesia.

Apa Itu Ekonomi Kreatif?

Secara sederhana, ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi yang mengandalkan kreativitas dan ide-ide sebagai nilai utamanya. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh John Howkins dalam bukunya The Creative Economy: How People Make Money from Ideas. Dalam bukunya, Howkins menyebutkan bahwa ekonomi kreatif adalah “the creation of value as a result of idea”, atau penciptaan nilai melalui ide-ide. Menurutnya, ekonomi kreatif adalah ketika masyarakat tidak hanya melakukan pekerjaan rutin tetapi fokus menghasilkan ide-ide baru yang bisa membawa kemajuan.

Bagaimana idenya bisa menggerakkan ekonomi? Nah, John Howkins terinspirasi saat melihat perkembangan ekonomi Amerika Serikat tahun 1997, di mana produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berhasil menghasilkan 414 miliar dolar, menjadikannya salah satu sektor ekspor unggulan di negara itu. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan perlindungan ide memiliki potensi ekonomi yang besar.

Definisi Ekonomi Kreatif Menurut Beberapa Sumber

Ekonomi kreatif didefinisikan dengan berbagai cara oleh berbagai organisasi, Sobat Ekraf. Menurut United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), ekonomi kreatif adalah sebuah konsep yang terus berkembang berdasarkan aset kreatif yang berpotensi untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Department of Culture, Media, and Sport (DCMS) dari Inggris mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai industri yang berbasis pada kreativitas individu yang memiliki potensi menciptakan lapangan kerja dan kekayaan melalui HKI.

Di Indonesia sendiri, ekonomi kreatif dijabarkan dalam Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif 2009-2015 sebagai era ekonomi baru setelah era pertanian, industri, dan informasi. Pada era ini, informasi dan kreativitas diintensifkan dengan mengandalkan ide dan pengetahuan sebagai faktor utama.

Karakteristik Ekonomi Kreatif

Lalu, apa saja yang menjadi karakteristik utama dari ekonomi kreatif? Ini dia beberapa poin pentingnya:

  1. Kolaborasi Berbagai Aktor: Untuk memajukan industri kreatif, kolaborasi sangat diperlukan antara kaum intelektual, pengusaha, dan pemerintah. Ketiga aktor ini punya peran yang berbeda, tapi saling melengkapi.

  2. Berbasis pada Ide atau Gagasan: Di sini, ide adalah segalanya. Ide-ide baru adalah modal utama untuk menciptakan produk atau jasa yang unik dan bernilai tinggi.

  3. Tidak Terbatas pada Bidang Tertentu: Ekonomi kreatif ini bisa berkembang di hampir semua bidang usaha, mulai dari fesyen, seni, kuliner, hingga aplikasi digital.

  4. Konsep yang Relatif: Ekonomi kreatif terus berkembang sesuai dengan tren dan kebutuhan masyarakat. Fleksibilitasnya inilah yang membuatnya terus relevan.

Perkembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia

Di Indonesia, semangat ekonomi kreatif mulai tampak sejak tahun 2006, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Tanah Air. Sejak itu, berbagai langkah diambil untuk mengembangkan sektor ini. Langkah pertama dimulai dengan pembentukan Indonesian Design Power oleh Departemen Perdagangan untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.

Pada tahun 2007, pemerintah meluncurkan Studi Pemetaan Kontribusi Industri Kreatif Indonesia 2007 di Trade Expo Indonesia, untuk mengetahui kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian. Tahun berikutnya, pemerintah meluncurkan Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 serta Cetak Biru untuk 14 Subsektor Industri Kreatif. Tujuannya adalah memperkuat fondasi ekonomi kreatif sebagai pilar ekonomi masa depan.

Tidak hanya itu, tahun 2009 juga dicanangkan sebagai Tahun Indonesia Kreatif yang ditandai dengan diadakannya Pekan Produk Kreatif dan Pameran Ekonomi Kreatif. Sejak itu, acara ini berlangsung setiap tahun sebagai bentuk dukungan terhadap para pelaku ekonomi kreatif.

Mengapa Ekonomi Kreatif Penting?

Ekonomi kreatif punya banyak manfaat, Sobat Ekraf! Dengan ekonomi kreatif, kita bisa menciptakan lapangan kerja baru yang inovatif, mengangkat budaya lokal ke tingkat global, dan menciptakan peluang bisnis yang unik. Indonesia yang kaya akan budaya dan keberagaman memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional melalui produk-produk kreatifnya.

Nah, Sobat Ekraf, sudah semakin jelas kan betapa pentingnya ekonomi kreatif? Yuk, kita dukung terus pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia dengan terus berinovasi dan menciptakan ide-ide kreatif! Siapa tahu, ide kreatif Sobat bisa jadi inspirasi dan motor penggerak ekonomi Indonesia di masa depan.

Admin on Nov 05, 2024
"Demoday BEKUP 2024" Perluas Peluang Kolaborasi dan Permodalan Para Startup

Program "Baparekraf For Startup (BEKUP) 2024" memasuki tahap akhir di mana 24 startup digital terpilih dari enam (6) kota di Indonesia mendapat kesempatan untuk mempresentasikan ide, inovasi, dan perkembangan bisnis di hadapan investor, mentor, dan pelaku industri lain dalam “Demoday BEKUP 2024”.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (WamenEkraf/WakaBekraf), Irene Umar, saat membuka kegiatan "Demoday BEKUP 2024", Senin (4/11/2024) di Hotel Movenpick, Jakarta, berharap kegiatan ini tidak hanya memperluas akses pasar dan permodalan namun juga jaringan strategis bagi para pelaku startup.

"Ekonomi kreatif atau dalam hal ini startup di Indonesia tentu membutuhkan dorongan untuk mengangkat nama Indonesia ke level selanjutnya," kata WamenEkraf Irene Umar. 

Dalam upaya tersebut, startup membutuhkan dukungan termasuk dari pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang baik. Termasuk untuk memberikan fasilitasi dan kesempatan yang luas bagi para startup dalam memperkuat peluang kolaborasi, membuka akses permodalan, dan membangun jaringan strategis bagi para startup sehingga dapat menjadi pijakan untuk memasuki pasar yang lebih luas.

"The relationship is start from the beginning and your journey starts now, karena pada saat Anda sukses, saat Anda berada di titik paling atas, it's a very lonely journey dan kalian ingin memiliki komunitas yang bisa men-support teman-teman sekalian," kata Irene.

BEKUP merupakan program yang dijalankan sejak tahun 2016 guna mendukung pertumbuhan startup digital Indonesia. Program ini memberikan ruang bagi pelaku startup digital untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan melalui keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis startup.

BEKUP 2024 mengangkat tema "Fostering Startup Transformation to Build Economic Thrive", selaras dengan prinsip ekonomi digital sebagai salah satu sektor yang mampu menopang pertumbuhan perekonomian Indonesia yang bergerak sangat cepat. 

Sebanyak 24 startup digital terpilih dalam Demoday kali ini merupakan hasil seleksi dari 120 startup yang mendaftar sebelumnya. Selama proses seleksi, para peserta mengikuti pendampingan selama 8 pekan dan kunjungan ke industri yang relevan.

Lebih lanjut Irene menjelaskan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat fondasi khususnya mental para pelaku startup. Mulai dari mempertegas alasan mendirikan startup sampai berani bangkit ketika menemukan kegagalan. 

"Satu hal kalau saya boleh titipkan ke teman-teman startup, selalu ingat kenapa kalian memulai startup. Karena why-nya itu adalah tongkat kalian untuk push yourself up," ujar Irene. 

Untuk itu, Irene mengajak para peserta terpilih agar dapat memaksimalkan kesempatan menggali ilmu sekaligus berjejaring. Memaksimalkan peran ekonomi digital menuju masa depan Indonesia yang lebih cerah. 

"Bangun startup itu keren katanya, tapi it's a very difficult and challenging. Kementerian Ekonomi Kreatif akan selalu ada di sini untuk dukung kalian. Saya harap kalian semua bisa berjalan bersama menuju Indonesia Emas," ujar Irene.

Hal senada disampaikan Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf/Baparekraf, Yuana Rochma Astuti. Ia berharap para peserta dapat berkontribusi maksimal dan berharap program ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi startup di Indonesia. Termasuk menghasilkan startup yang mampu bersaing di kancah global. 

"Dengan inovasi, kreativitas, dan semangat berani mengambil risiko, mereka telah membuka pintu menuju peluang baru dan mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia digital. Dukungan terhadap ekosistem startup perlu terus ditingkatkan, agar potensi penuhnya dapat diwujudkan dan dampak positifnya terus berkembang. Saya harap generasi muda kita bisa tumbuh bersama dan dapat memberikan aksi nyata dengan menerapkan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk mendorong percepatan ekonomi, terciptanya lapangan kerja, dan terbukanya peluang usaha di Indonesia," ujar Yuana.

"Demoday BEKUP 2024" juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada startup terbaik yang telah menunjukkan performa luar biasa di seluruh rangkaian kegiatan BEKUP 2024 melalui berbagai kategori. Mulai dari Top 1-3 Startup BEKUP 2024; Most Progressive Startup; Most Impactful Startup; Most Favorite Startup; serta Most Promising Idea. 

Selain itu juga ada kegiatan business matching dan talkshow yang dirancang untuk memberikan wawasan mendalam dan inspiratif kepada para peserta mengenai perjalanan, tantangan, dan peluang dalam dunia startup teknologi.

Admin on Nov 05, 2024
Siaran Pers: Pemuda Indonesia Harus Ambil Peran dalam Pembangunan Nasional Indonesia

Jakarta, 28 Oktober 2024 - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2024).

 

Plt. Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, selaku pemimpin upacara mengatakan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda yang tahun ini mengusung tema "Maju Bersama Indonesia Raya" merupakan momentum bagi bangsa Indonesia untuk memberikan perhatian yang lebih besar pada agenda-agenda pengembangan kepemudaan sebagai bagian penting dalam pembangunan Indonesia. Baik dalam posisi pemuda sebagai subjek maupun objek pembangunan.

 

“Pemuda Indonesia diharapkan untuk lebih berperan dalam pembangunan nasional Indonesia karena pada hakikatnya mereka adalah pemilik masa depan,” ujar Dessy Ruhati.

 

Dessy menambahkan bahwa capaian generasi muda Indonesia dapat dilihat pada Indeks Pembangunan Pemuda atau IPP, yang pada tahun 2024 berada pada 56,33 persen. Dengan rincian capaian domain pendidikan sebesar 70,00 persen, domain kesehatan dan kesejahteraan sebesar 65,00 persen, domain gender dan diskriminasi sebesar 53,33 persen, domain lapangan dan kesempatan kerja sebesar 45,00, dan domain partisipasi dan kepemimpinan sebesar 43,33 persen.

 

Namun, masih diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan capaian tersebut melalui peningkatan peran pemuda secara besar-besaran dan menyeluruh dengan melibatkan pemangku kepentingan pemerintah, masyarakat, dunia industri, perguruan tinggi, dan media.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dessy juga mengajak semua pihak untuk melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan potensi para pemuda, membuka kesempatan kepada pemuda Indonesia untuk berpartisipasi dalam seluruh dimensi pembangunan Indonesia. 

 

"Dan meningkatkan kepedulian terhadap pemuda Indonesia," ujar Dessy.

 

Turut hadir pada kesempatan itu, seluruh pejabat eselon I dan II beserta staf di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf.

 

Tulisan ini dikutip dari: Kemenparekraf

Admin on Oct 29, 2024
Dipanggil prabowo, raffi ahmad dapat tugas ngurusin ekraf dan seni?

Halo, Sobat Ekraf! Presiden terpilih, Prabowo Subianto, baru saja melaksanakan serangkaian pemanggilan penting ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Senin hingga Selasa (14-15 Oktober 2024). Pemanggilan ini bertujuan untuk menyeleksi calon menteri, wakil menteri (wamen), dan kepala badan/lembaga pemerintahan yang akan membantu menjalankan roda pemerintahan dalam lima tahun ke depan.

 

Dalam dua hari tersebut, Prabowo memanggil puluhan tokoh dari berbagai latar belakang profesi seperti politisi, pengusaha, akademisi, hingga artis. Tak hanya satu kali pemanggilan, namun agenda ini dilakukan secara bertahap.

 

Pada hari pertama, Senin (14/10/2024), Prabowo memanggil sebanyak 49 tokoh untuk mengisi posisi calon menteri. Nama-nama besar seperti Anis Matta (Ketum Partai Gelora), Bima Arya (mantan Walikota Bogor), hingga mantan Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo disebut-sebut hadir untuk mengikuti pertemuan di Kertanegara.

 

Lanjut pada hari kedua, Selasa (15/10/2024), pemanggilan diteruskan dengan memanggil 59 tokoh. Para tokoh ini dikabarkan akan mengisi posisi calon wakil menteri dan kepala badan/lembaga pemerintah. Beberapa nama terkenal yang hadir adalah Raffi Ahmad, artis sekaligus pengusaha; Otto Hasibuan, pengacara kawakan; serta Gus Miftah, seorang tokoh agama. Mereka datang untuk bertemu langsung dengan Prabowo guna membicarakan kemungkinan peran mereka di pemerintahan mendatang.

 

Langkah ini dilakukan dengan sangat cermat. Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan bahwa Prabowo masih mempertimbangkan nama-nama yang akan dipilih. Tak hanya soal posisi menteri, tetapi juga wakil menteri dan kepala lembaga yang tentunya memegang peranan penting dalam menjalankan program-program pemerintahan. "Nanti, pada waktunya akan disampaikan kepada media. Nama-nama yang diundang ini masih dalam pertimbangan," ujar Dasco.

 

Tak hanya itu, Sobat Ekraf, Prabowo juga dijadwalkan memberikan pembekalan kepada para calon menteri dan wakil menteri di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Rabu (16/10/2024). Pembekalan ini dimulai pukul 08.00 pagi, dan kabarnya Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming, juga akan hadir. Pembekalan ini penting untuk memberikan arahan bagi para calon pemimpin tersebut sebelum mereka benar-benar dilantik dan mulai menjalankan tugas-tugas besar mereka.

 

Dengan berbagai tokoh lintas profesi dan latar belakang yang dipanggil, pemerintahan Prabowo-Gibran tampaknya akan mengedepankan kolaborasi yang beragam. Mulai dari pengusaha, politisi berpengalaman, hingga artis ternama seperti Raffi Ahmad dan musisi Yovie Widianto, menunjukkan bahwa Prabowo ingin membangun kabinet yang kaya akan perspektif dan inovasi.

 

Hal menarik tentunya karena Raffi Ahmad sebagai tim sukses Prabowo-Gibran kemarin juga ikut dipanggil. Rumornya Raffi akan dijadikan pejabat di kementerian Ekonomi Kreatif. Hmm menarik kan. Kira-kira bisa ga ya Raffi mengangkat ekonomi kreatif indonesia?

 

Tentunya, hal ini menjadi harapan baru bagi perkembangan berbagai sektor di Indonesia, termasuk industri ekonomi kreatif. Keterlibatan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang diyakini akan memberikan warna baru dalam menjalankan roda pemerintahan. Kita tunggu pengumuman resmi terkait susunan kabinet ini, ya, Sobat Ekraf!

 

Bagaimana menurut Sobat Ekraf tentang pemanggilan tokoh-tokoh ini? Apakah keterlibatan mereka akan membawa dampak positif bagi industri kreatif dan sektor-sektor lainnya? Mari kita tunggu kelanjutannya bersama-sama!

Admin on Oct 18, 2024