Di seluruh Indonesia, seni kembali menemukan momentumnya. Tahun 2025 menjadi titik di mana ekspresi kreatif tidak lagi terbatas pada ruang-ruang tradisional, tetapi meluas hingga ke platform digital, festival publik, dan kolaborasi lintas disiplin. Seniman muda dan senior bergerak bersama membangun ekosistem yang lebih inklusif, relevan, dan berdampak.
Generasi baru seniman Indonesia menghadirkan pendekatan segar dalam berkarya. Mereka memadukan teknik tradisional—seperti lukis klasik, ukir kayu, dan tari daerah—dengan medium baru seperti instalasi digital, augmented reality, dan seni berbasis data. Perpaduan ini membuka ruang apresiasi baru sekaligus memperluas audiens seni Indonesia ke ranah global.
Transformasi digital mengubah cara seniman berkarya, memamerkan, dan mendistribusikan karya mereka. Platform NFT lokal, galeri virtual, hingga pameran interaktif menjadi wadah baru bagi seniman untuk bereksperimen. Teknologi bukan lagi sekadar alat, tetapi bagian integral dari proses kreatif yang mempercepat kolaborasi dan memperluas jangkauan.
Studio kecil, ruang kolektif, hingga galeri mandiri tumbuh pesat sebagai pusat interaksi antar kreator. Mereka bukan hanya tempat berkarya, tetapi juga laboratorium inovasi, diskusi, dan pembelajaran. Komunitas-komunitas ini menjadi tulang punggung perkembangan seni Indonesia, menghadirkan energi baru yang mendorong keberlanjutan dan regenerasi.
Seni Indonesia semakin aktif hadir di panggung internasional. Festival seni global, residensi luar negeri, serta kolaborasi lintas negara menjadikan seniman Indonesia sebagai duta budaya. Melalui karya yang orisinal dan kaya makna, mereka membawa cerita-cerita Nusantara ke audiens dunia.
Kebangkitan seni Indonesia di tahun 2025 bukan hanya tren sesaat, tetapi gerakan besar yang didorong oleh inovasi, komunitas, dan identitas budaya. Dengan dukungan ekosistem yang semakin kuat, seni Indonesia terus berkembang menjadi kekuatan kreatif yang membanggakan di tingkat nasional maupun global.
Di tengah derasnya modernisasi, budaya Indonesia justru menemukan momentum baru untuk bersinar. Tahun 2025 menjadi titik balik ketika tradisi tidak lagi sekadar dikenang, tetapi dihidupkan kembali melalui inovasi, kolaborasi, dan interpretasi ulang oleh generasi muda. Dari desa hingga kota besar, ruang-ruang budaya tumbuh sebagai laboratorium kreatif tempat nilai-nilai lama dan teknologi baru bertemu.
Anak muda kini memegang peran kunci sebagai penghubung antara sejarah dan masa depan. Mereka mengambil elemen-elemen tradisi—seperti batik, anyaman, tari, hingga arsitektur—dan menginterpretasikannya menjadi karya-karya kontemporer yang relevan dengan gaya hidup saat ini. Mereka bukan hanya menjaga, tetapi menghidupkan kembali budaya dengan cara yang segar dan berani.
Platform digital menjadi katalis penting dalam penyebaran budaya Indonesia. Konten edukasi, dokumentasi proses kreatif, hingga pameran virtual membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat global untuk mengenal kekayaan nusantara. Teknologi seperti AR dan VR memungkinkan pengalaman budaya yang lebih imersif, sementara media sosial mempercepat penyebaran narasi lokal ke dunia internasional.
Ruang publik kini bertransformasi menjadi arena ekspresi budaya. Kampung kreatif, taman budaya, hingga panggung komunitas menyajikan aktivitas yang merayakan tradisi sambil membuka ruang dialog dengan berbagai subkultur urban. Kolaborasi antara seniman, pemerintah, dan komunitas lokal memperkuat ekosistem budaya yang berkelanjutan.
Keberagaman Indonesia tidak hanya simbolik—ia menjadi kekuatan kolaboratif. Komunitas lintas daerah dan disiplin berkumpul untuk menciptakan karya bersama yang menggambarkan identitas kolektif. Dari festival budaya hingga residensi seni, kolaborasi ini memperkaya perspektif dan memperluas jejaring kreatif di seluruh nusantara.
Kebangkitan budaya Indonesia di era 2025 bukan nostalgia; ini adalah proses aktif menciptakan relevansi baru bagi tradisi di tengah dunia yang terus berubah. Selama ada ruang bagi kreativitas, dialog, dan keberanian bereksperimen, budaya Indonesia akan terus hidup—bukan hanya sebagai warisan, tetapi sebagai identitas yang terus berkembang.
Produk berbahan bambu, ecoprint, rotan, dan material daur ulang semakin diminati pasar global. Tren sustainability mendorong tumbuhnya kebutuhan akan dekorasi rumah dan fashion aksesoris yang ramah lingkungan. Usaha kerajinan hijau memiliki potensi besar karena konsumen kini lebih peduli pada produk etis dan berkelanjutan.
Pertumbuhan UMKM di Indonesia menciptakan kebutuhan besar akan identitas visual yang profesional. Ini membuka peluang untuk menyediakan jasa pembuatan logo, desain kemasan, konten visual, hingga storytelling merek yang membuat bisnis lebih mudah bersaing.
Permintaan akan produk personalisasi terus meningkat—mulai dari mug, kaos, totebag, hingga stiker. Modal usaha digital printing relatif terjangkau, dan permintaan stabil karena dibutuhkan oleh komunitas, event, sekolah, hingga bisnis lokal.
Dekorasi rumah bernuansa lokal seperti makrame, pottery, dan batik wall art semakin digemari karena tren aesthetic living dan gaya home cafe. Peluangnya besar bagi kreator yang mampu menghadirkan produk unik dengan nilai artistik tinggi.
Minat belajar keterampilan baru terus meningkat. Kelas menggambar, desain, kriya, hingga pembuatan produk digital sangat laris. Kreator dapat menjual kursus, e-book, template, atau membership komunitas untuk menciptakan pendapatan berulang.
Bisnis gift set personalisasi—untuk pernikahan, corporate hampers, hingga ulang tahun—selalu ramai terutama menjelang akhir tahun dan musim liburan. Keunikan dan personal touch menjadi keunggulan utama di niche ini.
Lilin aroma, essential oil blend, dan room spray handmade banyak dicari karena konsumen makin fokus pada wellness dan self-care. Produk aromaterapi artisan memiliki peluang besar untuk dipasarkan secara online maupun di marketplace.
UMKM kuliner membutuhkan kemasan yang estetik sekaligus fungsional. Bisnis packaging custom, terutama yang berbahan ramah lingkungan, menjadi peluang menarik seiring tren branding kuat di sektor makanan.
Kolaborasi dengan kreator, komunitas, dan brand lokal semakin populer. Produk seperti merchandise, apparel, dan koleksi terbatas (limited drop) menjadi ladang bisnis yang potensial seiring berkembangnya ekonomi kreator.
usaha kreatif, ekraf 2025, peluang bisnis, kriya, digital marketing, UMKM, indonesia
Tags: usaha kreatif, ekraf 2025, peluang bisnis, kriya, digital marketing, UMKM, indonesia
Halo Sobat Ekraf! Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/KaBekraf), Teuku Riefky Harsya, melakukan dialog interaktif dengan para pelaku ekonomi kreatif di Sleman Creative Space, Yogyakarta, pada Rabu (18/12/2024). Kegiatan ini bertujuan mendengarkan aspirasi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Menekraf Riefky menegaskan pentingnya peran daerah dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama perekonomian. Menurutnya, komitmen pemerintah pusat dalam memberdayakan ekonomi kreatif tidak akan optimal tanpa dukungan dari pemerintah daerah.
“Konkretnya, pemerintah pusat berkomitmen memberdayakan ekraf, tetapi kami tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan sinergi erat dengan pemerintah daerah untuk menjadikan ekraf sebagai mesin pertumbuhan daerah,” ujar Menekraf Riefky.
Ia juga menyampaikan bahwa Yogyakarta telah ditetapkan sebagai salah satu dari 12 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif untuk lima tahun ke depan. Hal ini sesuai dengan roadmap yang ditentukan Presiden melalui Bappenas dan diamanahkan kepada Kemenekraf.
“Jogja masuk dalam road map daerah prioritas pengembangan ekraf untuk lima tahun ke depan, dan kami dari Kemenekraf akan berupaya memfasilitasi,” tambahnya.
Dalam dialog tersebut, para pelaku ekraf menyoroti bahwa sumber daya manusia adalah aset utama dalam mengembangkan ekosistem kreatif di Yogyakarta. Mereka menyampaikan pentingnya kolaborasi yang berkesinambungan untuk membentuk ekosistem kreatif nasional yang lebih solid.
Hadir pula dalam acara ini, Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta Terpilih, dan Gregorius Sri Wuryanto, Ketua Perkumpulan Jogja Creative Society. Mereka mendukung penuh penguatan ekosistem kreatif di Yogyakarta dengan menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Kolaborasi adalah kunci. Jogja memiliki banyak potensi kreatif, dan tugas kita bersama adalah memperkuat jejaring untuk memastikan ekosistem ini tumbuh dan memberikan dampak positif bagi perekonomian,” ujar Gregorius.
Sobat Ekraf, sebagai salah satu pusat seni dan budaya Indonesia, Yogyakarta memiliki peran strategis dalam pengembangan ekraf nasional. Dengan dukungan dari Kemenekraf, Yogyakarta diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekosistem ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menekraf Riefky optimis bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku ekraf dapat menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan. “Kita harus menjadikan ekraf bukan hanya sebagai mesin ekonomi nasional, tetapi juga alat untuk melestarikan budaya dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.
Halo Sobat Ekraf! Dalam semangat memperluas cakupan subsektor ekonomi kreatif (ekraf) nasional, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) baru saja mengusulkan subsektor baru seperti Makeup Artist (MUA), Hair Stylist, dan Hijab Stylist untuk menjadi bagian penting ekosistem ekonomi kreatif.
Usulan strategis ini disampaikan dalam audiensi bersama Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang berlangsung di Kementerian Ekonomi Kreatif. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat subsektor ekraf nasional sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yang berharap ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.
Sobat Ekraf, usulan subsektor baru ini bertujuan memberikan ruang yang lebih luas bagi para profesional di bidang kecantikan, khususnya Makeup Artist, Hair Stylist, dan Hijab Stylist. Profesi-profesi ini sebelumnya hanya dianggap sebagai bagian dari subsektor fashion.
Yanti Adeni, Sekretaris Jenderal Gekrafs, menekankan pentingnya pengakuan resmi untuk subsektor ini agar mereka dapat berdiri sendiri dan berkontribusi lebih besar.
"Jika subsektor seperti Makeup Artist, Hair Stylist, dan Hijab Stylist diakui secara resmi, inovasi dan semangat kreatif para pelaku usaha ini akan semakin terpacu, menghidupkan roda perekonomian kreatif nasional," ujarnya.
Langkah ini juga mendapat dukungan dari Menteri Teuku Riefky, yang menyebutkan bahwa sektor beauty perlu memiliki payung regulasi mandiri seperti halnya sektor musik, sehingga potensi dan kontribusinya dapat dimaksimalkan.
Sebagai negara yang dikenal sebagai pusat busana muslim dunia, Indonesia perlu memperkuat ekosistem pendukungnya. Ketua Harian Gekrafs, Temi Sumarlin, menyoroti pentingnya memperkuat profesi pendukung seperti desainer, stylist, dan fashionpreneur agar mampu bersaing di pasar global.
"Salah satu ekosistem yang harus diperkuat adalah profesi pendukung industri busana muslim, sehingga industri ini bisa lebih berdaya saing secara global," ungkapnya.
Dalam audiensi ini, Menteri Riefky menegaskan kembali visi Presiden Prabowo bahwa ekonomi kreatif harus menjadi mesin pertumbuhan baru ekonomi Indonesia. Ia bahkan meminta agar Dinas Ekraf dibentuk di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dalam waktu dua minggu ke depan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).
"Langkah ini menjadi fondasi kokoh bagi penguatan subsektor baru ekraf di daerah, karena pendekatannya langsung menyasar peningkatan pendapatan, pengurangan kemiskinan, dan penambahan lapangan pekerjaan," jelasnya.
Sobat Ekraf, meskipun tantangan terkait regulasi masih menjadi kendala utama, Gekrafs dan Kementerian Ekonomi Kreatif sepakat bahwa kolaborasi dan masukan konstruktif dapat mempercepat proses pengembangan subsektor baru ini.
Kawendra Lukistian, Ketua Umum Gekrafs, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong subsektor baru dengan meningkatkan literasi, menciptakan lapangan kerja baru, serta melestarikan budaya kreatif lokal.
"Gekrafs ingin menjadi mitra utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan pro-ekraf, sehingga subsektor baru ini dapat berdiri kokoh, berinovasi, dan bahkan merambah pasar internasional," tegasnya.
Sobat Ekraf, Gekrafs adalah organisasi profesi yang berkomitmen memperkuat ekonomi kreatif Indonesia melalui program-program yang mengutamakan nilai budaya dan keberagaman seni. Sebagai mitra strategis pemerintah, Gekrafs juga berperan menjaga warisan budaya yang menjadi inspirasi utama bagi industri kreatif Tanah Air.
Halo Sobat Ekraf! Dalam semangat mendukung ekonomi kreatif nasional, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menggelar ajang CreatorFest 2024. Kompetisi kreatif tingkat nasional ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-129 BRI, sekaligus platform untuk mengapresiasi bakat dan inovasi anak bangsa.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyebutkan bahwa CreatorFest 2024 bukan hanya kompetisi, tetapi juga bentuk nyata dukungan BRI terhadap pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.
"Kami tidak hanya mengapresiasi para pemenang, tetapi seluruh peserta yang telah menunjukkan potensi mereka. BRI akan terus menjadi mitra aktif dalam mendukung kreativitas masyarakat Indonesia untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Hendy.
Ajang ini berhasil menarik perhatian 1.860 peserta dari berbagai daerah, dengan 2.292 karya kreatif dikirimkan untuk bersaing dalam lima kategori utama: jurnalistik, blog, media sosial, fotografi, dan film pendek. Para pemenang mendapatkan total hadiah lebih dari Rp600 juta, yang menjadi apresiasi nyata atas kerja keras dan kreativitas mereka.
Sobat Ekraf, CreatorFest 2024 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah kolaborasi dan jejaring kreatif. Dengan memberikan ruang bagi para kreator dari berbagai latar belakang, acara ini mendorong talenta lokal untuk bersinar dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
"Melalui CreatorFest, kami ingin para kreator menjadi bagian dari masa depan pembangunan bangsa. Ide-ide segar mereka dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tambah Hendy.
BRI percaya bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan mengadakan CreatorFest, BRI menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang bagi talenta lokal untuk berkembang dan berinovasi.
CreatorFest juga menjadi bukti bahwa kreativitas adalah salah satu kekuatan utama dalam membangun bangsa. Para peserta yang terlibat bukan hanya berlomba, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kuat di Indonesia.
Sobat Ekraf, acara seperti CreatorFest mengingatkan kita bahwa kreativitas tidak mengenal batas. Ini adalah panggilan untuk seluruh pelaku ekonomi kreatif di Indonesia untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berinovasi.
Halo Sobat Ekraf! Kabar baik datang dari dunia kreator konten Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) memfasilitasi pembentukan Asosiasi Kreator Konten Indonesia sebagai wadah perlindungan, ruang berkreasi, dan sarana kolaborasi dengan pemerintah serta sektor hexahelix ekonomi kreatif.
Langkah besar ini dibahas dalam diskusi yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis (12/12/2024), sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada 5 Desember 2024. Pertemuan ini menjadi tonggak penting bagi penguatan ekosistem kreator konten di tanah air, sekaligus mendukung ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru.
Sobat Ekraf, inisiatif pembentukan asosiasi ini datang langsung dari para kreator konten. Menekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasinya dan menegaskan dukungan penuh untuk mengatasi tantangan yang dihadapi kreator konten saat ini.
"Inisiatif ini luar biasa. Kami di Kemenekraf siap mendukung dan berkolaborasi. Tantangan-tantangan seperti literasi kompetensi, kebijakan platform, stigma publik, hingga konten negatif harus kita urai bersama," ujar Menekraf Riefky.
Dalam diskusi tersebut, Riefky juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kreator konten dan pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
"Ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan baru ekonomi nasional. Melalui kolaborasi ini, kita bisa saling menguatkan dan memajukan bangsa. Saya optimis, asosiasi ini akan menjadi langkah besar bagi kemajuan kreator konten Indonesia," tambahnya.
Sobat Ekraf, subsektor konten digital memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, hingga pengentasan kemiskinan. Selain itu, kreator konten juga berperan penting dalam mempromosikan pariwisata, budaya, dan produk lokal Indonesia di kancah global.
"Pengembangan subsektor konten memberikan kontribusi signifikan pada perekonomian nasional, termasuk meningkatkan literasi digital dan mendorong munculnya industri kreatif baru," ungkap Riefky.
Diskusi ini juga membahas mekanisme keanggotaan asosiasi, pelibatan kreator dari daerah, hingga peran penting generasi muda, khususnya Gen Z, dalam mendorong ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif.
"Generasi muda harus dirangkul. Kreator konten kini menjadi lapangan kerja potensial untuk meningkatkan kesejahteraan," ujar Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Raffi juga menekankan bahwa asosiasi ini akan menjadi garda terdepan dalam melawan hoax dan cyber bullying, serta mendukung kemajuan UMKM.
CEO Kasisolusi, Deryansha Azhary, menyampaikan bahwa subsektor konten digital telah menyerap 17 juta tenaga kerja dan diproyeksikan tumbuh hingga 5 kali lipat pada 2030. Oleh karena itu, payung asosiasi menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung kegiatan ekonomi kreator konten di Indonesia.
Halo Sobat Ekraf! Dalam upaya mendukung kemajuan ekonomi kreatif, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya terus mendorong peningkatan kualitas produk dan kompetensi pelaku kuliner, kriya, dan fesyen di Merauke, Papua Selatan.
Sabtu (14/12/2024) lalu, Menekraf Teuku Riefky hadir dalam acara Inkubasi Ekonomi Kreatif yang digelar di Hotel Megaria, Merauke. Kegiatan ini menjadi bagian dari program quick win Kemenekraf/Bekraf untuk menggali potensi subsektor unggulan kuliner, kriya, dan fesyen di kawasan Food Estate Merauke, yang telah ditetapkan sebagai salah satu wilayah strategis oleh pemerintah Indonesia.
Dalam sambutannya, Riefky menjelaskan pentingnya kegiatan ini untuk menciptakan ekosistem subsektor kreatif yang kondusif.
“Ekonomi kreatif ini akan menjadi mesin baru pertumbuhan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di daerah masing-masing. Inkubasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pelaku kuliner, kriya, dan fesyen di Merauke,” ungkapnya.
Menurut Riefky, inkubasi ini dirancang untuk mengembangkan ide-ide inovatif, meningkatkan keterampilan SDM, serta membangun jaringan yang lebih luas.
Inkubasi yang berlangsung selama tiga hari, dari 12 hingga 14 Desember 2024, juga memberikan pelatihan mengenai berbagai aspek penting seperti Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga branding.
“Ini adalah kesempatan besar bagi para pelaku ekonomi kreatif di Merauke untuk menggali ilmu langsung dari para ahli. Harapannya, mereka dapat lebih percaya diri dalam memasarkan produk mereka, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” jelas Riefky.
Ia juga menekankan pentingnya HKI dalam melindungi inovasi dan karya para pelaku kreatif.
Sobat Ekraf, tahukah kamu? Menurut Menekraf, keberadaan ekosistem subsektor kuliner, kriya, dan fesyen yang kuat di Merauke dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di Papua Selatan.
“Semoga kegiatan ini mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di Merauke, sehingga ekonomi kreatif benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Papua Selatan. Pada akhirnya, ini akan mendukung ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru perekonomian nasional,” tutur Riefky optimis.
Sobat Ekraf, kegiatan seperti ini adalah bagian dari langkah strategis pemerintah untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Dengan potensi besar di Merauke dan sekitarnya, subsektor kuliner, kriya, dan fesyen dapat menjadi pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mendukung pemerataan ekonomi nasional.
Mari kita dukung dan dorong semangat kreatif pelaku ekonomi kreatif di Merauke dan Papua Selatan! Bersama, kita wujudkan visi menjadikan ekonomi kreatif sebagai The New Engine of Growth.
Hai Sobat Ekraf! Tahukah kamu? Kelembagaan ekonomi kreatif daerah kini menjadi sorotan penting dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam Rapat Koordinasi Kelembagaan Ekonomi Kreatif Daerah yang digelar di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Dalam sambutannya, Riefky menekankan pentingnya ekonomi kreatif dalam mendukung salah satu visi besar pemerintahan, yaitu Asta Cita.
“Ekonomi kreatif memiliki delapan peran strategis, salah satunya adalah memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara, serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru,” ungkapnya.
Sebagai bentuk langkah nyata, Riefky menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Kementerian Dalam Negeri. SKB ini memberikan pedoman bagi pembentukan nomenklatur Dinas Ekonomi Kreatif Daerah di tingkat provinsi serta kabupaten/kota.
“Kami berharap SKB ini menjadi pijakan kuat bagi pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan ekonomi kreatif. Dengan begitu, ekraf dapat benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing,” kata Riefky.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, sektor ekonomi kreatif menunjukkan tren positif. Tercatat ada 24,92 juta tenaga kerja yang terlibat di sektor ini, menghasilkan nilai tambah hingga Rp1.141,7 triliun.
“Data ini menunjukkan betapa besar potensi ekonomi kreatif untuk menjadi penggerak utama perekonomian nasional,” tegas Riefky.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan ekonomi kreatif, terutama dengan memanfaatkan teknologi.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu membangkitkan ekonomi kreatif, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kita perlu menggerakkan potensi kreatif di setiap daerah,” ujar Tito.
Tito juga mengajak para kepala daerah untuk lebih serius mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di wilayahnya.
“Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi ekraf yang luar biasa. Ini yang harus kita bangkitkan bersama,” tambahnya.
Sobat Ekraf, inisiatif ini adalah langkah penting untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif di seluruh Indonesia. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha, ekonomi kreatif bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing bangsa di kancah global.
Mari terus dukung pengembangan ekonomi kreatif di daerah kita, Sobat Ekraf!
Hai Sobat Ekraf! Dalam upaya mendukung pemberdayaan pelaku usaha kreatif dan mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mengunjungi area operasional Asia Pacific Rayon (APR) di Pangkalan Kerinci, Riau, Rabu (11/12/2024). Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan desa-desa kreatif yang berbasis budaya dan kreativitas lokal.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penutupan Workshop Literasi Keuangan dan Akses Pembiayaan, yang berlangsung di Hotel Unigraha, Riau Kompleks. Workshop tersebut melibatkan 30 pelaku usaha di bidang kuliner, kriya, dan fashion, bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih luas.
“Ini adalah wujud sinergi heksa-helix, di mana pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, asosiasi, dan lembaga keuangan bersatu untuk mengembangkan ekonomi kreatif di desa. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Indonesia,” ujar Menekraf Teuku Riefky.
Workshop ini merupakan bagian dari agenda 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada pemberantasan kemiskinan melalui kewirausahaan dan pemerataan ekonomi.
Menurut Menekraf Riefky, desa kreatif adalah strategi efektif untuk mengangkat potensi budaya dan kreativitas lokal dari 17 subsektor ekonomi kreatif.
“Desa kreatif adalah katalis bagi pemerataan ekonomi nasional. Melalui pelatihan ini, kami ingin menciptakan kawasan yang mampu menghasilkan produk unggulan berbasis kreativitas dan budaya lokal,” ungkapnya.
Dengan dukungan kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia usaha seperti APR dan APRIL (sister company APR), desa kreatif diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Presiden Direktur APR, Basrie Kamba, menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan desa kreatif melalui program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan.
“Kami berkomitmen membantu masyarakat dalam radius 50 km dari perusahaan melalui program yang memberdayakan. Pelatihan ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Basrie.
Selain pelatihan literasi keuangan, APR dan APRIL juga aktif menjalankan program pemberdayaan seperti pembinaan pembatik, pelatihan pemasaran digital, dan kolaborasi dengan pengrajin lokal.
Salah satu peserta workshop, Yusmaini, pemilik Rumah Batik Yus Pelalawan, berbagi pengalaman positifnya.
“Kami benar-benar senang. Setiap pelatihan memberi kami ilmu baru, yang berdampak baik bagi usaha kami. Terima kasih kepada APR dan APRIL yang terus memberikan pembinaan berkala kepada kami,” ucap Yusmaini.
Hingga saat ini, sebanyak 89 mitra usaha lokal telah merasakan manfaat dari inisiatif pemberdayaan ini.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Sobat Ekraf diharapkan bisa terus mengembangkan desa kreatif sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal. Langkah ini tak hanya memberikan peluang bagi pelaku usaha di desa, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Indonesia.
Hai Sobat Ekraf! Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya baru saja mengadakan dialog interaktif dengan para pelaku ekonomi kreatif di Kota Pekanbaru. Acara ini bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi, kendala, dan masukan dari pelaku ekraf, sekaligus mencari solusi tepat untuk pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
Dalam acara ‘Temu Pelaku Ekraf di Kota Pekanbaru’ yang digelar di Tudung Saji Bunda Viera pada Rabu (11/12/2024), Menekraf Riefky menyampaikan pentingnya mendengar kebutuhan langsung dari pelaku ekraf.
“Kami ingin mendengarkan masukan dari Sobat Ekraf tentang pendampingan apa yang benar-benar diperlukan. Mumpung program 2025 sedang kami susun, ini adalah waktu yang tepat,” ujar Menekraf Riefky.
Salah satu aspirasi yang banyak disampaikan pelaku ekraf adalah terkait perizinan penyelenggaraan pertunjukan yang dinilai rumit, serta kebutuhan akan sertifikasi bagi para pelaku ekonomi kreatif.
Menanggapi hal tersebut, Menekraf Riefky menjelaskan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif terus berupaya mempermudah proses perizinan. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen memberikan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas SDM ekraf.
“Pelatihan yang tepat akan meningkatkan kualitas SDM. Kalau SDM bagus, acara sukses, sponsor puas, dan pengunjung happy. Ini ekosistem yang kita inginkan bersama,” tambahnya.
Kemenekraf juga tengah menyiapkan dukungan untuk mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif, termasuk dengan membentuk direktorat khusus untuk menangani tantangan setiap subsektor, seperti akses pembiayaan, investasi, hingga perlindungan hak cipta.
Plt. Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Muhammad Neil El Himam, menekankan bahwa ekonomi kreatif kini memiliki fokus yang lebih mandiri, terpisah dari Kementerian Pariwisata. Hal ini memberikan peluang lebih luas untuk mendukung para pelaku ekraf menciptakan karya-karya inovatif.
“Kami berharap pelaku ekraf di Pekanbaru dan Riau bisa bergotong-royong untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai The New Engine of Growth,” kata Neil.
Dalam kunjungannya, Menekraf Riefky juga menyempatkan diri mengunjungi Creative Hub Riau, sebuah fasilitas yang dirancang untuk membantu pelaku ekonomi kreatif tumbuh dan berkembang. Hub ini menjadi tempat kolaborasi, inovasi, dan pengembangan karya kreatif dari berbagai subsektor di wilayah Riau.
Dialog ini bukan sekadar mendengar, tetapi juga langkah nyata untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia. Dengan program-program yang disiapkan dan dukungan pemerintah, ekonomi kreatif diharapkan semakin tumbuh dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Halo Sobat Ekraf! Dalam ajang bergengsi Mandalika Festival of Speed 2024 Final Round, Minggu (08/12/2024), Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkenalkan logo baru yang mencerminkan visi sektor ekonomi kreatif sebagai “The New Engine of Economic Growth.”
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar, menyatakan bahwa logo ini adalah simbol komitmen pemerintah dalam memajukan sektor ekonomi kreatif sebagai kekuatan baru ekonomi Indonesia. “Logo ini mirip dengan logo Bekraf sebelumnya, namun kini disempurnakan sesuai perkembangan zaman dan harapan ke depan. Logo ini adalah pengingat akan akar kita sekaligus refleksi visi masa depan,” ujar Wamenekraf Irene.
Logo ini memiliki desain modern dengan elemen infinity loops, yang melambangkan “infinite abundance, infinite possibilities, dan infinite creativity.” Desain ini merepresentasikan potensi ekonomi kreatif Indonesia yang tak terbatas, baik dari segi inovasi, peluang, maupun kreativitas.
Pada kesempatan yang sama, Kemenekraf juga memperkenalkan 15 logo IP lokal dari berbagai subsektor yang sedang berkembang menuju kancah internasional. Selain itu, tiga Intellectual Property (IP) lokal baru turut diluncurkan, yaitu:
Peluncuran IP-IP ini adalah hasil kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti MGPA, Max Motorsport, Radical Motorsport Indonesia, Sekuya Racing, dan komunitas motorsport lainnya.
Wamenekraf Irene menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini adalah langkah penting untuk membuka peluang baru di industri kreatif. “Indonesia memiliki potensi besar di industri balap dan gim. Peluncuran IP ini adalah langkah nyata untuk mengintegrasikan gim, kreativitas, teknologi, dan olahraga, sekaligus membawa nama Indonesia ke kancah internasional,” tuturnya.
“Saya berharap peluncuran IP lokal ini dapat membuka jalan bagi Indonesia untuk lebih dikenal di tingkat internasional, terutama di industri balap dan gim,” tambah Irene.
Turut hadir dalam acara ini tokoh-tokoh penting, seperti:
Logo baru ekonomi kreatif ini bukan sekadar simbol, melainkan langkah nyata menuju masa depan yang lebih cerah bagi sektor kreatif Indonesia. Dengan kolaborasi lintas sektor dan inovasi yang terus berkembang, ekonomi kreatif siap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.