Daftar Blog

Desa Indonesia terpilih menjadi Best Tourism Village 2024 by UN Tourism

Halo, Sobat Ekraf! Kabar membanggakan datang dari dunia pariwisata Indonesia. Desa Wisata Jatiluwih di Bali dan Desa Wisata Wukisari di D.I. Yogyakarta telah berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai “Best Tourism Villages by UN Tourism 2024”.

Penghargaan ini diberikan dalam acara edisi keempat Best Tourism Villages yang diselenggarakan oleh Organisasi Pariwisata Dunia (UN Tourism) di Kolombia pada Jumat (15/11/2024).

Pengakuan Dunia untuk Desa Wisata Indonesia

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian ini. "Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa desa wisata Indonesia mampu bersaing di kancah global dengan mengoptimalkan kekayaan alam, budaya, serta pemberdayaan masyarakat," ujar Menpar Widiyanti di Jakarta, Sabtu (16/11/2024).

Sejalan dengan visi nasional Asta Cita Kabinet Merah Putih, Kementerian Pariwisata terus menjadikan program pengembangan desa wisata sebagai prioritas utama, mendorong pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Apa itu Best Tourism Villages?

Sobat Ekraf, program Best Tourism Villages by UN Tourism bertujuan mencari desa-desa yang berhasil mengembangkan pariwisata berbasis komunitas, melestarikan tradisi, dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Hingga tahun 2024, sebanyak 245 desa dari seluruh dunia telah bergabung dalam jaringan global ini.

Indonesia sebelumnya juga mencatat prestasi serupa dengan penghargaan yang diraih oleh:

  • Desa Nglanggeran, Yogyakarta (2021).
  • Desa Penglipuran, Bali (2023).

Kini, giliran Desa Jatiluwih dan Desa Wukisari yang mengukir sejarah baru dengan masuk dalam jajaran 55 desa terbaik di dunia pada tahun 2024.

Keunggulan Desa Wisata Jatiluwih dan Wukisari

  • Desa Wisata Jatiluwih, Bali: Terkenal dengan keindahan terasering sawah subak yang diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia. Desa ini menjadi contoh sukses pelestarian budaya agraris dan pariwisata berkelanjutan.
  • Desa Wisata Wukisari, Yogyakarta: Dikenal sebagai pusat seni batik tulis dengan tradisi dan kearifan lokal yang terus dilestarikan.

Kedua desa ini dipilih dari 260 kandidat dari lebih 60 negara berdasarkan indikator keberlanjutan yang telah tersertifikasi selama 2019–2024.

Program Pendampingan untuk Desa Wisata Lainnya

Bagi desa wisata yang belum berhasil masuk daftar, UN Tourism menyediakan program pendampingan (upgrade programme) untuk membantu 20 desa terpilih meningkatkan kapasitasnya menuju standar global.

Menjaga Momentum, Membangun Ekosistem Desa Wisata

Menpar Widiyanti menegaskan, meski penghargaan ini membanggakan, Indonesia tidak boleh berpuas diri. "Kemenpar akan terus memperkuat ekosistem desa wisata melalui kolaborasi kolektif demi kemajuan pariwisata Indonesia," ungkapnya.

Sobat Ekraf, mari jadikan pencapaian ini sebagai inspirasi untuk terus mendukung dan mempromosikan potensi desa wisata Indonesia. Bersama, kita bangun pariwisata yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045

Admin on Nov 18, 2024
MenEkraf gandeng santri buat bikin kampanye bahaya judi online

Halo, Sobat Ekraf! Ada kabar menggembirakan dari dunia ekonomi kreatif. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (MenEkraf/KaBekraf), Teuku Riefky Harsya, baru saja meluncurkan program inovatif bertajuk "Kreatif Santri Indonesia (KREASI)" di Dayah Mudi Mesra, Bireuen, Aceh, pada Sabtu (16/11/2024).

Program ini bertujuan memberdayakan para santri sebagai kreator konten positif yang mampu menyebarkan nilai-nilai baik dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Santri dan Peran dalam Ekonomi Kreatif

Dalam sambutannya, Menteri Riefky menegaskan bahwa santri memiliki potensi besar dalam ekonomi kreatif, khususnya sebagai kreator konten. Beliau juga menyinggung pentingnya mendukung kebijakan Presiden Prabowo, termasuk memberantas judi online yang membahayakan bangsa, melalui konten digital yang kreatif.

"Santri dapat menyampaikan pesan-pesan positif, seperti semangat pemberantasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi melalui ekonomi digital. Kami mendorong santri agar lebih berperan dalam perkembangan inovatif dan berkontribusi positif bagi Indonesia," ujar Menteri Riefky di hadapan ribuan santri dan santriwati.

Pelatihan Perdana: Voice Over dan Komunikasi Kreatif

Sebagai langkah awal, program KREASI menghadirkan pelatihan voice over yang berkolaborasi dengan Voice Institute Indonesia. Melalui pelatihan ini, para santri diajarkan keterampilan suara dan komunikasi kreatif, membuka peluang karier di bidang voice over dan konten digital lainnya.

Menteri Riefky turut mengapresiasi hasil workshop para santri yang menunjukkan kreativitas mereka dalam memanfaatkan potensi suara untuk berdakwah maupun promosi produk lokal.

Kreativitas Santri: Dari Teknologi Hingga Industri Kreatif

Menteri Riefky juga mengungkapkan bahwa banyak pesantren kini telah mengintegrasikan pendidikan umum, teknologi, dan seni ke dalam kurikulum mereka. Santri kini tidak hanya berdakwah, tetapi juga mampu Membuat aplikasi, desain grafis, coding, dan menjadi kreator konten lokal yang mempromosikan produk daerah ke kancah nasional dan internasional.

“Santri memiliki semangat mandiri yang diajarkan di pesantren, dan ini bisa menjadi modal besar untuk menciptakan usaha yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Menteri Riefky.

Visi Indonesia Emas 2045

Program KREASI ini sejalan dengan visi Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

"Melalui astacita, pemerintah menekankan pentingnya peningkatan lapangan kerja berkualitas, kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif untuk menuju Indonesia emas 2045," ujar Menteri Riefky.

Dukungan Dayah Mudi Mesra

Wakil Direktur Dayah Mudi Mesra, Abah Sayed Mahyeddin, menyampaikan apresiasi atas pemilihan dayah tersebut sebagai lokasi peluncuran KREASI.

"Semoga program ini mendorong santri meningkatkan kreativitas di berbagai bidang, sambil tetap menjaga nilai keagamaan. Ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan untuk bekerja sama dalam hal positif," ujarnya.

Harapan untuk Masa Depan

Sobat Ekraf, Menteri Riefky berharap program KREASI ini dapat menjadikan pesantren sebagai pusat pelatihan kreator digital di Indonesia, yang berkontribusi pada kebangkitan ekonomi kreatif nasional.

Mari kita dukung terus program ini dan jadikan kreativitas santri sebagai inspirasi bagi kemajuan ekonomi kreatif Indonesia!

Admin on Nov 18, 2024
Aerostreet catatkan rekor muri!

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar inspiratif dari dunia ekonomi kreatif kita. Jenama sepatu lokal Indonesia, Aerostreet, bekerja sama dengan Wonderful Indonesia, berhasil mencatatkan Rekor MURI untuk penjualan sepatu daring terbanyak dalam waktu sepuluh menit!

Prestasi luar biasa ini diumumkan pada acara yang berlangsung di Summarecon Mall Serpong, Sabtu (16/11/2024). Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, bersama para mitra co-branding turut hadir dan mengapresiasi pencapaian ini.

Dalam kesempatan tersebut, Aerostreet berhasil menjual 20.000 pasang sepatu katalog "Nusantara" melalui platform belanja daring Shopee. Selain itu, 1.000 pasang sepatu lainnya juga terjual secara luring di acara tersebut.

"Ini bukti bahwa jenama lokal Indonesia mampu bersaing secara global. Jika kita bersatu mendukung produk lokal, kita pasti bisa mendunia," ujar Irene Umar.

Penjualan fantastis ini diproyeksikan menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp4 miliar dalam waktu singkat, sebuah pencapaian yang menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas jenama lokal.

Produk kolaborasi Aerostreet dan Wonderful Indonesia bertajuk "Nusantara" memiliki konsep desain yang merepresentasikan enam pulau besar di Indonesia:

  • Sumatra: Motif batik gorga yang melambangkan sukacita dan gotong royong.
  • Jawa: Batik tujuh rupa dari Pekalongan, mencerminkan kelembutan dan keramahan.
  • Bali: Motif pepatran yang bermakna perlindungan.
  • Kalimantan: Motif Dayak yang menggambarkan harmoni antara manusia dan alam.
  • Sulawesi: Ukiran dekoratif Toraja sebagai simbol doa dan harapan.
  • Papua: Batik motif Asmat, merepresentasikan keberanian dan harmoni.

Setiap desain ini tidak hanya mencerminkan keindahan, tetapi juga filosofi mendalam dari kekayaan budaya Nusantara.

Sejak didirikan pada 2014, Aerostreet terus berkembang dengan mendukung inisiatif Kemenparekraf. Wakil Presiden Aerostreet, Rizal Maulana, berharap keberhasilan ini menjadi momentum untuk semakin mencintai dan mempromosikan produk lokal.

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus membuktikan potensi jenama lokal untuk bersaing secara internasional," kata Rizal.

Wamenekraf Irene Umar menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru (new engine of growth).

“Ekonomi kreatif tidak bisa berjalan instan, melainkan melalui proses bertahap yang sehat secara ekonomi. Kolaborasi seperti ini adalah langkah strategis untuk mendukung jenama lokal kita,” ujarnya.

Sobat Ekraf, mari jadikan keberhasilan ini inspirasi untuk terus mendukung produk lokal yang berkualitas. Dengan cinta dan kebanggaan kita pada karya anak bangsa, ekonomi kreatif Indonesia akan semakin berjaya! ????

Admin on Nov 18, 2024
Kolaborasi antara pusat dan daerah dalam pengembangan investasi di sektor parekraf!

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar yang membanggakan dari dunia pariwisata dan ekonomi kreatif kita. Pada Rabu (13/11/2024) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pengembangan Investasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta. Acara ini menjadi wujud nyata komitmen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan investasi, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya kolaborasi yang erat antara pusat dan daerah untuk memastikan kebijakan yang kondusif bagi investasi parekraf. “Koordinasi yang baik akan mendukung penciptaan iklim investasi yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Menpar Widiyanti.

Dorongan Investasi Menuju Indonesia Emas 2045

Melalui arah Strategi Asta Cita dari Presiden Prabowo, Menpar Widiyanti menyampaikan bahwa sektor pariwisata diharapkan berperan besar dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. "Ke depan, kontribusi PDB pariwisata ditargetkan mencapai 8 persen, dan devisa dari pariwisata diharapkan mencapai 100 miliar dolar AS pada 2045 untuk mendukung visi Indonesia Emas,” jelasnya.

Sejauh ini, pada semester I tahun 2024, investasi sektor parekraf telah mencapai angka 1,58 miliar dolar AS. Menpar Widiyanti optimis bahwa jumlah ini akan terus meningkat, bahkan berpotensi melampaui pencapaian tahun lalu sebesar 3,06 miliar dolar AS. Dengan investasi yang terarah dan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan, target kontribusi PDB dan devisa di sektor parekraf sangat mungkin tercapai.

Rakornis, Langkah Nyata untuk Kolaborasi Pusat dan Daerah

Rakornis kali ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait, lembaga pendanaan, institusi keuangan, akademisi, dan organisasi non-pemerintah (NGO), serta dilaksanakan dalam format hybrid. Menurut Menpar Widiyanti, Rakornis ini bukan sekadar diskusi, tetapi juga forum strategis untuk menyelaraskan visi, kebijakan, dan program kerja antara pusat dan daerah.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, berharap Rakornis ini mampu menghasilkan proyek-proyek investasi pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkualitas dari pemerintah daerah. “Dengan investasi yang baik, kita bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan,” ungkap Rizki.

Diskusi Panel Bersama Ahli Parekraf

Rakornis juga menghadirkan sesi diskusi panel yang interaktif, diisi oleh para ahli di bidang parekraf. Beberapa di antaranya adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020–2024, Sandiaga Salahuddin Uno, serta Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi periode 2022–2024, Abdullah Azwar Anas. Diskusi ini membahas tren investasi terbaru, tantangan yang dihadapi, serta peluang yang ada di sektor parekraf.

Sobat Ekraf, dengan adanya langkah nyata ini, diharapkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa tumbuh semakin pesat dan berkontribusi besar bagi kemajuan ekonomi bangsa. Mari kita dukung bersama sinergi ini untuk membawa ekonomi kreatif Indonesia ke puncak kejayaan!

Admin on Nov 15, 2024
MenEkraf ajak semua golongan dukung ekraf sebagai mesin ekonomi 'baru' Indonesia

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar yang menggembirakan dari dunia ekonomi kreatif kita. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya baru saja membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pengembangan Investasi di Jakarta pada Rabu (13/11/2024). Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu dalam visi dan upaya bersama mendukung ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru atau "new engine of growth" bagi ekonomi nasional.

“Untuk pertama kalinya ekonomi kreatif menjadi sebuah kementerian dalam sejarah Indonesia. Ini menunjukkan komitmen pemerintah, dipimpin Presiden Prabowo, untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai penggerak baru ekonomi nasional,” ujar Menekraf Teuku Riefky. Menurutnya, potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di daerah-daerah Indonesia kini menjadi peluang besar untuk menggerakkan ekonomi lokal dan nasional.

Dari Ekonomi Padat Karya ke Ekonomi Padat Cipta

Dalam sambutannya, Menekraf Teuku Riefky menggambarkan bagaimana ekonomi Indonesia terus bertransformasi. "Pada masa VOC, kita mengandalkan perkebunan, pertanian, dan tambang. Era 1980-an membawa kita pada sektor industri padat modal. Kini, perekonomian bergerak menuju ekonomi padat cipta. Dengan inovasi dan teknologi, UMKM bisa menjadi bagian dari ekonomi kreatif, atau yang kita sebut sebagai upaya mengekonomikan kreativitas,” jelasnya.

Beliau juga menargetkan ekonomi kreatif dapat tumbuh hingga 8 persen per tahun hingga 2029. Untuk mencapainya, diperlukan ruang dan peluang investasi yang lebih besar di sektor ini, terutama di daerah.

Ekonomi Kreatif Kian Berkembang

Hingga semester I tahun 2024, sektor ekonomi kreatif mencatatkan capaian yang positif dengan nilai tambah sebesar Rp749 triliun, setara dengan 55 persen dari target tahunan sebesar Rp1.347 triliun. Ekspor produk ekonomi kreatif juga mencapai 12 miliar dolar AS, atau sekitar 45 persen dari target 27,5 miliar dolar AS. Kontribusi terbesar datang dari subsektor fesyen (6,7 miliar dolar AS), kriya (4,7 miliar dolar AS), kuliner (830 juta dolar AS), dan penerbitan (6 juta dolar AS). Angka tenaga kerja di sektor ini pun kian meningkat, dengan jumlah mencapai 24,9 juta orang pada tahun 2023.

"Kita harus menyadari ada tren baru yang masuk ke daerah-daerah kita. Dulu, tambang emas dan batu bara menjadi andalan. Kini, tambang pariwisata dan ekonomi kreatif adalah potensi besar yang harus kita manfaatkan,” tambahnya.

Rakornis: Kolaborasi untuk Mewujudkan Proyek Investasi Berkualitas

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, juga menyampaikan bahwa Rakornis ini menjadi wadah penting bagi pemerintah daerah untuk berkolaborasi dan berbagi ide. Rakornis memberikan ruang bagi daerah untuk mengembangkan proyek investasi yang berkualitas, sehingga dapat mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dalam lima tahun mendatang.

Rakornis juga menghadirkan diskusi panel interaktif yang menghadirkan tokoh-tokoh seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024 Sandiaga Salahuddin Uno dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi periode 2022-2024 Abdullah Azwar Anas. Diskusi ini memberi pandangan mengenai tren investasi terkini, tantangan, dan peluang di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Sobat Ekraf, langkah ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif Indonesia. Yuk, kita dukung bersama visi ini agar ekonomi kreatif menjadi tulang punggung ekonomi bangsa kita!

Admin on Nov 15, 2024
DPRD Kaltim dukung penuh perkembangan UMKM di Kaltim

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar baik dari Kalimantan Timur nih! Anggota DPRD Kaltim, Subandi, baru-baru ini mengungkapkan rasa bangganya atas kemajuan para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Kaltim. Produk-produk kreatif lokal kini berhasil meraih pasar nasional, bahkan mulai menembus pasar internasional. Semoga keberhasilan ini bisa mendorong pemerintah daerah dan pengusaha untuk semakin mengembangkan sektor ini ke depannya.

Pada Minggu, 10 November 2024, Subandi hadir dalam Closing Ceremony "Kaltim Paradise of The East" yang disinergikan dengan Mahakam Investment Forum (MIF) di Atrium Utama Big Mall Samarinda. Acara yang mengusung tema “Sinergi Memperkuat Ekonomi dan Investasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan di Kaltim” ini diselenggarakan sebagai upaya mendorong akselerasi investasi dan pertumbuhan berkelanjutan di Kaltim, khususnya untuk mendukung UMKM dan investasi di daerah.

Dukungan Penuh untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif

Dalam kesempatan tersebut, Subandi menyampaikan apresiasinya terhadap pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif di Kaltim. Event selama tiga hari ini berhasil membukukan omzet lebih dari dua miliar rupiah, memberi kesempatan besar bagi pelaku UMKM di Kaltim untuk memperkenalkan dan menjual produk mereka.

"Beberapa produk UMKM sudah diekspor karena kualitasnya yang baik. Ini tentu saja luar biasa untuk kebangkitan ekonomi Kaltim,” ujar Subandi dengan bangga. Menurutnya, sektor UMKM dan ekonomi kreatif perlu terus mendapat dukungan dan apresiasi karena berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa, dan pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Dukungan untuk Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing UMKM

Subandi juga berharap adanya peningkatan pembinaan bagi UMKM, didukung dengan alokasi anggaran yang lebih besar agar UMKM di Kaltim bisa lebih berdaya saing. “Jika pembinaan terhadap UMKM terus ditingkatkan dan didukung dengan anggaran yang lebih besar, UMKM Kaltim bisa semakin maju,” imbuhnya.

Mahakam Fashion Show: Mengenalkan Wastra Kaltim ke Masyarakat

Di penghujung acara, digelar Mahakam Fashion Show Eksekutif Maha Karya Wastra Bumi Etam. Para stakeholder, mitra industri perbankan, serta pejabat daerah turut serta sebagai peraga busana. Acara ini menjadi wadah bagi wastra Kaltim seperti Sarung Tenun Samarinda, Batik Motif IKN, dan Kain Ulap Doyo untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas. Tidak hanya sebagai ajang promosi, peragaan ini juga mengusung kolaborasi lintas sektor yang bertujuan mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Kaltim.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, yang hadir dalam acara ini, menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia yang telah mendukung acara ini. "Atas nama Pemprov Kaltim, izinkan kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Indonesia," ujarnya.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan pelaku ekonomi kreatif, Kaltim semakin optimis untuk terus maju, Sobat Ekraf. Semoga langkah-langkah ini bisa memberi dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat dan memajukan ekonomi kreatif kita.

Admin on Nov 13, 2024
Kapolresta Cirebon beri pelatihan kreatif bagi anak jalanan

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar inspiratif dari Cirebon yang patut kita acungi jempol. Di tengah aroma kopi yang hangat dan suasana hangat Café Bageur di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H., mengadakan pelatihan ekonomi kreatif yang melibatkan anak-anak jalanan, Selasa (12/11/2024). Pelatihan ini memberi mereka kesempatan untuk belajar keterampilan praktis seperti menjadi barista kopi dan tukang cukur rambut.

Acara ini bukan sekadar pelatihan biasa. Bagi anak-anak jalanan yang sudah terbiasa menghadapi kerasnya hidup di jalanan, pelatihan ini memberikan harapan baru untuk masa depan. Program ini adalah bagian dari inisiatif Polresta Cirebon dalam mendukung program Asta Cita Presiden, yang bertujuan memberdayakan anak-anak muda yang selama ini termarjinalkan.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, mengaku bangga dengan semangat para peserta pelatihan ini. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi wujud kepedulian Polresta Cirebon kepada masyarakat, khususnya anak-anak jalanan, dengan memberikan mereka keterampilan ekonomi kreatif yang bisa menjadi bekal untuk masa depan. “Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal untuk masa depan. Kami juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengajarkan keterampilan ekonomi kreatif lainnya,” tutur Kombes Pol Sumarni.

Belajar Langsung dari Para Ahli

Para peserta terlihat antusias mengikuti arahan para instruktur yang memandu mereka dalam membuat kopi spesial. Di bawah bimbingan para barista profesional, mereka belajar seluk-beluk menyeduh kopi dengan alat-alat modern, mulai dari membuat cappuccino hingga melatih kemampuan latte art. Di sisi lain, pelatihan cukur rambut juga berlangsung dengan para ahli yang mengajarkan teknik dasar mencukur dan menata rambut.

Melalui pelatihan ini, Polresta Cirebon berharap agar anak-anak jalanan ini memiliki keterampilan yang kelak bisa digunakan untuk memperoleh penghasilan. Kapolresta Cirebon juga menekankan pentingnya menjauhi narkoba dan tindakan kriminalitas lainnya. “Apabila melihat hal yang melanggar hukum atau mengganggu ketertiban masyarakat, segera laporkan melalui Call Center 110,” tegasnya.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

Menjelang penutupan acara, Kombes Pol Sumarni memberikan pesan semangat kepada para peserta. “Ingat, ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Manfaatkan keterampilan ini untuk masa depan kalian. Polresta Cirebon akan terus mendukung kalian,” pesannya.

Pelatihan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi dan contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam mengatasi masalah sosial melalui pengembangan keterampilan kreatif. Ayo, Sobat Ekraf, dukung bersama inisiatif positif ini agar semakin banyak generasi muda yang memiliki masa depan cerah melalui keterampilan di bidang ekonomi kreatif!

Admin on Nov 13, 2024
Kaltim Kemilau Fest dan Kaltim Kreatif dukung industri kreatif Kaltim

Halo, Sobat Ekraf! Ada kabar menarik dari Kalimantan Timur yang siap menyambut dua event besar untuk mendukung sektor ekonomi kreatif (ekraf) dan mempromosikan kekayaan budaya lokalnya. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengumumkan bahwa Kaltim Kemilau Fest dan Kaltim Kreatif akan segera digelar. Kedua acara ini ditujukan untuk memberikan apresiasi bagi pelaku ekraf sekaligus menarik wisatawan ke provinsi ini.

“Kaltim Kemilau Fest dan Kaltim Kreatif adalah bentuk apresiasi kita terhadap pelaku ekonomi kreatif yang berjumlah besar di Kalimantan Timur. Kedua acara ini menjadi platform bagi mereka untuk berkreasi melalui lomba-lomba di 17 subsektor ekraf,” ungkap Ririn dalam konferensi pers pada Selasa (12/11/2024) di Samarinda.

Mendukung Pelaku Ekraf dan Menarik Wisatawan

Sobat Ekraf, Ririn menjelaskan bahwa kedua event ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan menarik lebih banyak wisatawan. “Kami ingin menarik lebih banyak wisatawan ke Kalimantan Timur, baik untuk berjalan-jalan maupun menghadiri acara di Samarinda. Melalui hiburan, produk lokal, dan event menarik, wisatawan akan mendapatkan pengalaman yang berbeda,” katanya.

Kaltim Kreatif dan Kaltim Kemilau Fest juga membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM dan ekraf untuk memamerkan produk unggulan mereka. Pada Kaltim Kreatif, tersedia 30 booth yang menampilkan produk ekraf seperti kriya, fashion, dan kuliner khas lokal. Sementara itu, Kaltim Kemilau Fest akan menampilkan 20 booth untuk memperlihatkan keragaman produk kreatif dari seluruh penjuru Kalimantan Timur.

Penghargaan Bagi Pelaku Seni dan Ekraf Berprestasi

Selain pameran dan lomba, kedua acara ini juga akan memberikan penghargaan kepada pelaku seni dan ekonomi kreatif yang berprestasi. “Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur. Kami juga ingin terus memberikan ruang dan dukungan bagi mereka untuk berkreasi lebih luas,” tutur Ririn.

Ririn juga menyampaikan bahwa Kaltim Kreatif menjadi ajang perdana yang diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi pelaku ekraf di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. “Kemilau Kaltim Fest sudah menjadi agenda tahunan, sementara Kaltim Kreatif merupakan event baru yang diharapkan dapat terus mendukung pelaku ekraf dan mengenalkan potensi lokal.”

Rangkaian Acara Kaltim Kemilau Fest 2024 dan Kaltim Kreatif 2024

Kedua event besar ini akan diselenggarakan di Samarinda dan diprediksi menarik minimal 2.000 pengunjung. Berikut ini beberapa rangkaian acara yang bisa dinikmati mulai dari Kaltim Kemilau Fest 2024 yang diselenggarakan pada 13-16 November 2024, festival ini bertema “Kaltim Kreatif: Pesona Wisata yang Berdaya Tarik” dan mencakup lomba band, tari, monolog, kuliner, serta fashion. Selain pameran produk unggulan, acara ini juga menghadirkan diskusi ekonomi kreatif dan hiburan dari seni dan film lokal. Pemenang lomba akan mendapat penghargaan berupa uang pembinaan dan piagam. Lalu ada Apresiasi Kreasi Kaltim 2024 yang berlangsung pada 13-17 November 2024, acara ini mencakup Grand Final Putri Muslimah Nusantara, Expo di GOR Segiri, karnaval di Taman Samarendah, dan penampilan dari Element Band. Acara ini diharapkan mendukung perkembangan ekraf serta memberikan penghargaan kepada pelaku seni di Kalimantan Timur.

Memperkuat Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Kaltim

Kepala Dinas Pariwisata, Ririn Sari Dewi, optimis bahwa event besar ini tak hanya menguntungkan pelaku UMKM dan ekraf, tetapi juga sektor-sektor lain seperti perhotelan, travel, dan pemandu wisata. “Kami ingin menggerakkan perekonomian melalui pariwisata. Kedua event ini diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal, tidak hanya bagi ekraf, tetapi juga sektor pendukung lainnya,” ujarnya.

Dengan adanya Kaltim Kemilau Fest dan Kaltim Kreatif, mari kita dukung bersama kemajuan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata Kalimantan Timur!

Admin on Nov 13, 2024
WamenEkraf: ANIAKI diharapkan dapat memperkuat industri animasi di Indonesia

Halo, Sobat Ekraf! Kabar baik datang dari dunia animasi tanah air. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengajak Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pengembangan industri animasi di Indonesia. Ajakan ini disampaikan Irene dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) AINAKI 2024 di Jakarta pada Minggu (10/11/2024).

“Saya sangat mengapresiasi peran dan komitmen teman-teman semua di AINAKI dalam pengembangan industri animasi tanah air hingga saat ini,” ungkap Irene.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memang menempatkan sektor ekonomi kreatif, termasuk animasi, sebagai mesin baru (new engine of growth) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Industri animasi diharapkan mampu berkontribusi besar, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan menampilkan kreativitas Indonesia di panggung global.

Peran Industri Animasi dalam Ekonomi Kreatif Nasional

Sobat Ekraf, seperti yang diungkapkan Wamen Irene, untuk menggerakkan ekonomi nasional, kita tak hanya bisa bergantung pada sumber daya alam. "Kita butuh sumber daya manusia yang kreatif, dan kreativitas orang Indonesia itu sangat tinggi,” katanya. Kreativitas ini menjadi kunci untuk mencapai target-target ekonomi kreatif nasional, termasuk menjadikan Indonesia sebagai pusat konten dan IP (intellectual property) di Asia Tenggara.

Untuk mengukur kemajuan ini, KemenEkraf akan menjalankan program-program yang disusun berdasarkan data akurat dan relevan. Karena itu, KemenEkraf berkoordinasi dengan Kementerian PPN/Bappenas dan BPS untuk memperkuat basis data ekonomi kreatif serta menyusun indikator strategis dalam sektor ini.

“Data itu sangat penting untuk pengambilan keputusan. Akurasi data memengaruhi semua aspek,” ujar Irene. Dalam hal ini, dukungan data dari AINAKI sangat penting, terutama karena AINAKI telah menjadi mitra strategis dalam menyediakan data terkait industri animasi.

Peran dan Program AINAKI untuk Memajukan Industri Animasi Indonesia

AINAKI adalah asosiasi yang mewakili pelaku industri animasi dan kreatif di Indonesia, dengan fokus untuk mengembangkan dan memasarkan konten lokal agar dapat menguasai pasar domestik serta bersaing di pasar global. AINAKI memiliki misi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen konten multimedia terbesar di Asia Tenggara serta meningkatkan jumlah dan kualitas SDM dalam bidang kreatif.

Daryl Wilson, Ketua AINAKI terpilih untuk periode 2024-2029, menyampaikan bahwa asosiasi ini memiliki berbagai program, termasuk memperkuat kerja sama dengan asosiasi di luar negeri. "Kolaborasi dengan asosiasi internasional bisa membuka banyak peluang bagi kita,” ujar Daryl. Ia juga mengapresiasi dukungan KemenEkraf dan menilai peran pemerintah sangat penting sebagai katalis bagi pertumbuhan industri animasi yang lebih cepat.

Menuju Industri Animasi yang Lebih Terintegrasi dan Kompetitif

Sobat Ekraf, kehadiran WamenEkraf Irene di Munas AINAKI adalah sinyal positif bahwa pemerintah berkomitmen mendukung sektor animasi. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Muhammad Neil El Himam, yang turut hadir, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri untuk mewujudkan ekosistem yang lebih terintegrasi.

Dengan kolaborasi yang solid antara KemenEkraf dan AINAKI, diharapkan industri animasi Indonesia semakin berdaya saing di pasar global. Jadi, mari kita dukung bersama agar animasi lokal kita dapat semakin berkibar dan menjadi kebanggaan di tingkat internasional.

Admin on Nov 12, 2024
MenEkraf soroti keamanan konser setelah Dua Lipa batal manggung di Indonesia

Halo, Sobat Ekraf! Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyampaikan pesan penting bagi para promotor musik di Indonesia untuk semakin matang dalam persiapan dan fasilitas keamanan pendukung setiap penyelenggaraan konser. Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan, Vinsensius Jemadu, menekankan pentingnya perencanaan yang cermat setelah insiden pembatalan konser penyanyi Inggris Dua Lipa pada Sabtu (9/11/2024) di Indonesia Arena, Jakarta.

Vinsensius menyebutkan, pembatalan tersebut terjadi akibat perbedaan persepsi terkait standar keamanan dan kesiapan logistik antara pihak promotor dan performer. Hal ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar penyelenggaraan konser ke depan dapat memprioritaskan keamanan serta keselamatan dengan mengikuti standar internasional.

Keamanan dan Keselamatan: Prioritas Utama di Setiap Penyelenggaraan Acara

“Keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan acara, termasuk konser. Ini sejalan dengan standar internasional dan juga penting untuk memastikan kenyamanan semua pihak yang terlibat, termasuk penonton, artis, dan pekerja di sektor pertunjukan,” ujar Vinsensius.

Untuk itu, Kemenparekraf akan segera melakukan koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan, baik promotor musik maupun pengelola tempat acara, untuk mengevaluasi lebih lanjut peristiwa ini. Harapannya, langkah ini bisa mengurangi risiko pembatalan acara dan menjaga kualitas penyelenggaraan konser musik di masa depan.

Pendampingan dan Pengembangan Ekosistem Konser di Indonesia

Selain mendorong peningkatan keamanan, Sobat Ekraf, Vinsensius juga menyampaikan bahwa Kemenparekraf berkomitmen memberikan pendampingan kepada para pelaku event dalam mengembangkan ekosistem konser musik yang berkualitas di Indonesia. Langkah ini termasuk upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan, pengadaan fasilitas yang memadai, pengembangan infrastruktur, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) yang berperan di setiap konser.

Pendampingan ini diharapkan bisa menciptakan ekosistem konser yang andal dan berdaya saing internasional. “Ini adalah upaya bersama untuk meningkatkan reputasi industri pertunjukan musik Indonesia agar semakin siap dan mampu menyelenggarakan konser berskala global dengan kualitas yang memadai,” jelasnya.

Harapan untuk Masa Depan Industri Pertunjukan Musik Indonesia

Sobat Ekraf, insiden pembatalan konser ini menjadi refleksi penting bagi semua pihak dalam industri kreatif, khususnya bagi para promotor musik di Indonesia. Dengan perencanaan yang lebih matang dan perhatian pada standar internasional, kita bisa memastikan setiap konser yang digelar bukan hanya memuaskan tetapi juga aman untuk semua pihak yang terlibat.

Kemenparekraf berharap bahwa dukungan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta akan membawa industri pertunjukan musik di Indonesia ke level yang lebih baik, sehingga mampu berkontribusi dalam menarik wisatawan dan memperkuat citra positif Indonesia di kancah internasional.

Admin on Nov 12, 2024
Kolaborasi Garuda Indonesia dan Pikachu dalam Nuansa Batik

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar menarik dari sektor ekonomi kreatif Tanah Air. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi Garuda Indonesia dan The Pokémon Company yang kembali menghadirkan livery tematik Pikachu Jet GA-2, dengan tampilan unik karakter Pikachu mengenakan kemeja batik. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya pengalaman penerbangan tetapi juga mengangkat budaya lokal di mata dunia!

Pada acara peluncuran Pikachu Jet GA-2 di Senayan Park, Jakarta, WamenEkraf Irene Umar mengatakan bahwa kolaborasi ini adalah contoh nyata bagaimana merek lokal seperti batik dapat berkolaborasi dengan IP global terkenal seperti Pikachu. "Platform kerja sama ini menunjukkan kepada kita apa yang dapat dilakukan oleh IP, bagaimana IP lokal dalam hal ini batik dapat berkolaborasi dengan IP global. Ini adalah bentuk pengakuan dunia terhadap IP lokal,” ujar Irene.

Pikachu Berbatik: Menghidupkan Seni Tradisional dan Memberi Peluang Ekonomi

Sobat Ekraf, hadirnya Pikachu dengan kemeja batik di badan pesawat ini bukan hanya sekadar desain. Ini merupakan kesempatan emas untuk mengenalkan batik kepada dunia sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para perajin batik tulis di Indonesia. Irene bahkan menyampaikan ketertarikannya untuk mengunjungi kota tempat batik Pikachu ini dibuat sebagai bentuk apresiasi kepada para perajin.

“Ini akan memberikan peluang usaha dan lapangan kerja bagi para perajin batik tulis di berbagai daerah di Indonesia,” tambahnya. Menurut Irene, ekonomi kreatif tidak hanya seputar sektor digital seperti gim, animasi, atau film, tetapi juga kekayaan budaya lokal kita yang meliputi batik, tari, dan berbagai warisan budaya lainnya.

Dorongan untuk IP Lokal Berkolaborasi dengan IP Global

Kolaborasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi IP lokal lainnya untuk tampil di kancah internasional. Irene mengungkapkan harapannya agar semakin banyak kolaborasi antara IP lokal dengan IP global. Selain batik, Indonesia juga memiliki warisan budaya lain seperti tenun dan ulos yang tak kalah berpotensi untuk dikenal luas.

Dalam visi dan misi pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita, ekonomi kreatif mendapatkan ruang khusus sebagai “new engine of growth.” Hal ini diharapkan dapat mempercepat kontribusi sektor ini terhadap PDB, terutama dengan membuka lebih banyak lapangan kerja.

“Dalam lima tahun ke depan, kami akan terus berupaya membawa budaya Indonesia ke panggung dunia melalui berbagai kolaborasi,” ujar Irene.

Pikachu Jet GA-2: Wujud Komitmen Memperkenalkan Ciri Khas Indonesia

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyebutkan bahwa Pikachu berbatik pada livery pesawat Airbus A330-300 ini akan melayani berbagai rute domestik dan internasional, sejalan dengan misi Garuda Indonesia untuk memperkenalkan budaya Indonesia di dunia. “Ini adalah komitmen kami untuk memberikan pengalaman terbang yang berkesan sambil memperkenalkan ciri khas bangsa Indonesia kepada masyarakat global," jelas Irfan.

Sobat Ekraf, Pikachu Jet GA-2 ini direncanakan beroperasi mulai Maret 2025, jadi bersiaplah untuk pengalaman penerbangan unik yang mengusung ragam budaya Indonesia! Kolaborasi ini bukan hanya bentuk apresiasi terhadap budaya kita, tetapi juga langkah nyata untuk memajukan ekonomi kreatif Indonesia di mata dunia.

Admin on Nov 11, 2024
MenEkraf Apresiasi Peran Cita Tenun Indonesia dalam Penguatan Ekosistem Kreatif Nasional!

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar baik dari Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (MenEkraf) Teuku Riefky Harsya yang memberikan apresiasi besar kepada "Cita Tenun Indonesia (CTI)" atas dedikasi mereka dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya di bidang tenun. Selama 16 tahun terakhir, CTI telah menjadi bagian penting dalam pengembangan subsektor fesyen di Tanah Air, terutama dalam upaya melestarikan dan memajukan kain tenun Nusantara.

Peran Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

Presiden Prabowo Subianto menetapkan ekonomi kreatif sebagai “The New Engine of Growth,” atau mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan. Dengan landasan yang kuat secara hukum, akademis, dan politis, ekonomi kreatif diproyeksikan menjadi sektor yang mampu mendongkrak perekonomian nasional dan menjadi bagian dari arahan asta cita Presiden untuk memajukan sektor ini lebih intensif.

“Dengan arahan ini, kami percaya bahwa ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional. Terutama berkat dukungan banyak pihak, termasuk peran yang luar biasa dari Cita Tenun Indonesia,” ungkap Menteri Teuku.

Target Lima Tahun Ekonomi Kreatif Indonesia

Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, Kementerian Ekonomi Kreatif memiliki target ambisius: meningkatkan kontribusi ekraf terhadap PDB dari 6,70% pada 2023 menjadi 8,37%, nilai ekspor mencapai $29,88 juta, nilai investasi sebesar Rp183,72 triliun, dan membuka lapangan kerja bagi 27,66 juta orang. Agar target ini tercapai, Menteri Teuku menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, seperti peran aktif yang dimainkan oleh CTI.

Cita Tenun Indonesia: Memperkenalkan Tenun ke Dunia

Sobat Ekraf, sejak berdirinya, CTI yang dipimpin oleh Aliya Rajasa Yudhoyono telah bekerja keras untuk mengangkat dan memperkenalkan tenun sebagai kekayaan budaya yang tak hanya khas tetapi juga merepresentasikan identitas bangsa. CTI berkomitmen untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi para perajin, seperti regenerasi perajin yang semakin berkurang dan pemasaran produk tenun yang terbatas.

“Tenun adalah seni budaya yang penuh dengan makna dan mencerminkan jati diri bangsa. Karena itu, kami berupaya agar kain tenun ini tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan dan dipasarkan lebih luas,” ujar Aliya.

Pelatihan, Pengembangan, dan Kolaborasi: CTI untuk Perajin Tenun

Untuk melestarikan motif-motif tenun yang hampir punah, CTI aktif terjun ke daerah-daerah guna melatih dan mendampingi para perajin. CTI bahkan menggandeng desainer-desainer terkenal untuk memberikan pelatihan dalam bidang desain, pewarnaan, hingga pengembangan motif. Dengan pelatihan ini, para penenun mendapatkan keterampilan baru yang mempermudah mereka untuk berkolaborasi dengan desainer dan menambah nilai pada produk tenun mereka.

Aliya menyebutkan bahwa upaya ini tidak berhenti pada pelatihan. CTI juga membawa hasil karya tenun Indonesia ke panggung internasional agar lebih dikenal dan diapresiasi masyarakat dunia.

Dampak Nyata CTI: 1.000 Perajin Tenun di Indonesia Terbantu

CTI telah memberikan dampak langsung kepada lebih dari 1.000 perajin tenun di berbagai daerah di Indonesia. Dengan program-program ini, para perajin mendapatkan kesempatan lebih luas untuk mengembangkan diri, berkolaborasi, dan memasarkan karyanya, baik di dalam negeri maupun internasional.

Sobat Ekraf, mari kita dukung terus peran Cita Tenun Indonesia dan semua pihak yang berkontribusi untuk memajukan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Dengan kerja keras dan kolaborasi, kita bisa membawa kreasi lokal lebih tinggi dan lebih dikenal dunia!

Admin on Nov 09, 2024