Daftar Blog

WamenEkraf pastikan bandara siap menampung wisatawan dalam rangka Natal 2024

Halo Sobat Ekraf! Menyambut libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana telah meninjau langsung kesiapan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Tinjauan ini bertujuan memastikan kelancaran operasional bandara menghadapi lonjakan penumpang di periode liburan.

Pada kunjungannya, Selasa (10/12/2024), Menpar Widiyanti melihat berbagai persiapan yang dilakukan, termasuk keberadaan Posko Natal dan Tahun Baru yang dibentuk melalui kolaborasi dengan BMKG, Polri, Pemprov Bali, pihak maskapai, dan Kementerian Pariwisata. Posko ini akan mulai beroperasi pada 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, memberikan layanan informasi, bantuan darurat, hingga pengelolaan alur penumpang dan kendaraan.

"Libur Natal dan Tahun Baru adalah momen strategis bagi sektor pariwisata Indonesia. Kami ingin memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman, dan tak terlupakan," ujar Menpar Widiyanti.

Peningkatan Infrastruktur dan Fasilitas Bandara

Bandara Ngurah Rai, melalui InJourney Airport, telah menyiapkan sejumlah fasilitas terbaru, seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan terminal kedatangan dan keberangkatan dengan area parkir dan drop-off. Jalur kendaraan pun telah ditambah dari dua menjadi empat untuk mencegah penumpukan di simpul lalu lintas.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Angkasa Pura dalam menyempurnakan infrastruktur bandara. Jembatan penyeberangan dan jalur tambahan ini akan memastikan kelancaran flow pengunjung serta kendaraan," tambah Menpar Widiyanti.

Selain di bandara, Kementerian Pariwisata juga akan memantau kesiapan destinasi wisata favorit, memastikan semua pihak terkait memberikan pelayanan prima bagi wisatawan.

Imbauan untuk Pelaku Wisata dan Pemerintah Daerah

Menpar Widiyanti telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE/1/PP.03.00/MP/2024 untuk memastikan pelaksanaan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Surat ini mengimbau pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pengelola daya tarik wisata untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru.

"Kenyamanan dan keamanan wisatawan harus menjadi prioritas semua pihak agar momen liburan ini menjadi kenangan indah bagi setiap pengunjung," tegasnya.

Prediksi Lonjakan Penumpang

Menurut CEO Regional II InJourney Airport, Wahyudi, Bandara Ngurah Rai diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang hingga 13 persen dibandingkan hari biasa, dengan rata-rata 80 ribu penumpang per hari. Permintaan penerbangan tambahan (extra flight) pun telah meningkat sekitar 10 persen.

Wahyudi menjelaskan bahwa dengan rampungnya JPO dan jalur tambahan, alur distribusi penumpang kini lebih tertib. "Tidak ada lagi kendaraan berhenti sembarangan atau penumpang berjalan di aspal yang dapat menghambat flow kendaraan," jelasnya.

Momentum Strategis untuk Pariwisata

Sobat Ekraf, momen libur akhir tahun ini adalah peluang emas untuk memaksimalkan sektor pariwisata. Dengan infrastruktur yang semakin baik dan kolaborasi lintas sektor, Menpar Widiyanti optimis pengalaman wisatawan di Bali akan lebih menyenangkan.

Mari kita sambut libur Natal dan Tahun Baru 2025 dengan semangat, Sobat Ekraf! Pastikan perjalanan Anda aman dan penuh kesan indah.

Admin on Dec 11, 2024
Kolaborasi dengan ITDC di Mandalika

Halo Sobat Ekraf! Kabar terbaru datang dari Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, menjajaki peluang untuk memperkuat kolaborasi dengan PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) guna mendorong peran sektor ekonomi kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Dalam audiensi di Kantor ITDC Mandalika, Senin (9/12/2024), Wamenekraf Irene menekankan pentingnya menggali potensi ekonomi kreatif baik dari sektor digital maupun non-digital di kawasan strategis ini. "Sektor ekonomi kreatif sudah cukup luas, karena itu perlu terus digali potensinya sehingga harus ada kolaborasi, khususnya di wilayah Mandalika," ungkap Irene.

Kolaborasi pada Event dan Festival Kreatif

Wamenekraf Irene menyampaikan bahwa event kreatif merupakan salah satu aspek penting untuk mempromosikan ekonomi kreatif di Mandalika. Sebagai contoh, pada Minggu (8/12/2024), Kemenekraf berkolaborasi dengan ITDC dalam Mandalika Festival of Speed 2024 Final Round di Sirkuit Mandalika. Acara ini sekaligus menjadi ajang perkenalan logo baru dan peluncuran tiga IP lokal.

Penguatan Digitalisasi Ekraf

Digitalisasi menjadi salah satu prioritas dalam kolaborasi ini. Wamenekraf Irene mengusulkan program pelatihan digital marketing bagi UMKM kreatif di Mandalika, implementasi teknologi digital untuk pemasaran produk, serta kolaborasi dengan startup dan platform e-commerce untuk menciptakan aplikasi promosi khusus.

"Kolaborasinya bisa berupa pelatihan atau bahkan pengembangan aplikasi yang dirancang khusus untuk memperkenalkan produk-produk kreatif dari Mandalika," tambahnya.

Branding, Promosi, dan Riset Ekraf Berbasis Lokal

Wamenekraf Irene juga menyoroti pentingnya branding melalui storytelling untuk menonjolkan budaya lokal dan kisah sukses pelaku ekonomi kreatif di Mandalika. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan data dan riset ekonomi kreatif sangat diperlukan untuk menyusun strategi pengembangan ekosistem kreatif berbasis lokal.

"Kolaborasi terkait riset dan data ekonomi kreatif juga tidak kalah penting. Ini akan membantu menyusun strategi yang lebih tepat sasaran," jelas Irene.

Potensi Kolaborasi di KEK Mandalika

General Manager The Mandalika by ITDC, Wahyu Moehradi Nugroho, menyatakan bahwa berdasarkan masterplan KEK Mandalika, terdapat banyak potensi kolaborasi di sektor ekonomi kreatif. Beberapa acara yang telah berjalan di Mandalika sepanjang 2024, seperti Nobar Seru Mandalika, Bazaar Mandalika Seru, dan My Lombok Street Food Festival, menunjukkan bahwa kawasan ini sangat mendukung aktivitas kreatif.

Mandalika: Pusat Kreativitas dan Pariwisata

Sobat Ekraf, Mandalika bukan hanya ikon pariwisata NTB, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif yang menjanjikan. Dengan kolaborasi yang erat antara Kemenekraf dan ITDC, kawasan ini diharapkan mampu menjadi contoh sukses

Admin on Dec 11, 2024
Isu Kekayaan Intelektual harus jadi perhatian

Halo Sobat Ekraf! Isu kekayaan intelektual (KI) kembali menjadi perhatian, kali ini disoroti oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Bane Raja Manalu, yang menekankan pentingnya pengelolaan KI agar memberikan manfaat ekonomi nyata bagi para pelaku ekonomi kreatif.

Dalam rapat kerja bersama Kementerian Ekonomi Kreatif di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2024), Bane menyampaikan kritik terhadap pencatatan KI yang sering kali hanya menghasilkan sertifikat tanpa dampak signifikan.

"Pemerintah harus memastikan regulasi yang memungkinkan kekayaan intelektual menjadi aset bernilai ekonomi bagi para pemiliknya," ujarnya.

Fidusia Kekayaan Intelektual: Janji yang Belum Terwujud

Bane juga menyoroti kebijakan terkait fidusia KI yang sudah dijanjikan sejak 2007 namun hingga kini belum diakui oleh lembaga keuangan. Padahal, pengakuan ini sangat penting karena dapat membuka peluang akses modal bagi para pelaku ekonomi kreatif.

"Fidusia kekayaan intelektual harus segera diatur agar menjadi instrumen jaminan modal yang mendukung sektor kreatif," tegasnya.

Regulasi yang Berpihak pada Pelaku Ekraf

Bane menekankan bahwa pemerintah perlu mendengarkan aspirasi para pelaku ekonomi kreatif secara lebih serius. Menurutnya, kebijakan yang dibuat harus memiliki implementasi nyata di lapangan, bukan hanya sebatas regulasi di atas kertas.

"Regulasi harus berpihak pada pelaku ekonomi kreatif agar dampaknya tidak sekadar menyenangkan di atas kertas," katanya.

Solusi Cepat untuk Maksimalkan Potensi KI

Di akhir pernyataannya, Bane mendesak pemerintah untuk segera menciptakan solusi yang cepat dan konkret demi memastikan KI benar-benar memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian Indonesia.

Sobat Ekraf, isu kekayaan intelektual ini memang krusial. Jika dikelola dengan baik, KI tidak hanya melindungi karya kreatif, tetapi juga menjadi aset bernilai ekonomi yang membuka akses modal, menciptakan peluang usaha, dan memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Mari bersama-sama mendorong pemerintah untuk terus mengembangkan regulasi yang mendukung para kreator Indonesia!

Admin on Dec 04, 2024
Sektor Pariwisata optimis cetak 27 juta lapangan kerja

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar menggembirakan dari dunia ekonomi kreatif. Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya optimistis bahwa dalam 5 tahun ke depan, sektor ekonomi kreatif mampu menciptakan 27 juta lapangan kerja baru sekaligus memberikan kontribusi sebesar 8,37 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

"Tahun ini kita sudah berada di angka 25 juta lapangan kerja dari sektor ekonomi kreatif. Harapannya, 5 tahun ke depan, target ini terus meningkat hingga mencapai 27 juta," ungkap Menekraf Riefky kepada wartawan di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Selasa (3/12/2024).

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Kesuksesan

Menekraf Riefky menekankan bahwa keberhasilan mengembangkan ekonomi kreatif tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah pusat atau kementerian saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor dan lintas level pemerintahan untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian nasional dan daerah.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan kementerian lain, pemerintah daerah, serta sektor swasta sangat diperlukan untuk memaksimalkan potensi ekonomi kreatif di seluruh wilayah Indonesia," tegasnya.

Potensi Daerah dan Desa Ekonomi Kreatif

Riefky menyoroti potensi besar yang dimiliki berbagai daerah di Indonesia dalam sektor ekonomi kreatif. Ia menjelaskan bahwa koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta pemerintah daerah menjadi langkah strategis untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi lokal.

"Kami juga akan mendorong pembentukan desa ekonomi kreatif yang bisa mencakup penguatan konektivitas, revitalisasi creative hub, dan penyediaan fasilitas pendukung lainnya. Hal ini akan memberikan dampak positif tidak hanya secara nasional, tetapi juga bagi pembangunan ekonomi berbasis daerah," jelas Riefky.

Mendukung Visi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Riefky juga menggarisbawahi bahwa penguatan infrastruktur serta kolaborasi yang terintegrasi merupakan bagian dari upaya mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen lebih cepat.

"Ekonomi kreatif memiliki peran besar sebagai motor utama untuk mendukung cita-cita kita semua, termasuk tujuan Presiden Prabowo," ujarnya penuh optimisme.

Ekonomi Kreatif, Masa Depan Indonesia

Dengan angka pencapaian yang terus meningkat dan visi yang terarah, sektor ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi "game changer" bagi perekonomian nasional. Sobat Ekraf, mari kita dukung bersama pengembangan ekonomi kreatif agar terus memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Admin on Dec 04, 2024
Kementrian Ekraf Gandeng BRIN, Ciptakan Kebijakan Berbasis Penelitian

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar baik untuk kita semua dari dunia ekonomi kreatif. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya merangkul Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk berkolaborasi lebih erat dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai "the new engine of growth" bagi perekonomian Indonesia.

Dalam pidato kuncinya pada acara Pareto 2024 yang digelar di Kantor BRIN, Jakarta, Jumat (29/11/2024), Menekraf Riefky menekankan pentingnya ekonomi kreatif dalam mendukung program Asta Cita demi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Kebijakan Berbasis Penelitian dan Data

Menekraf Riefky mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan BRIN sangat penting untuk memastikan kebijakan yang diterapkan Kemenekraf/Bekraf berbasis penelitian dan data yang valid. “Kami ingin setiap kebijakan yang kami ambil memiliki landasan penelitian yang kuat, sehingga dapat membawa manfaat maksimal bagi pelaku ekonomi kreatif,” ujar Riefky.

Beliau juga berharap BRIN dapat mendukung pembuatan naskah akademik terkait usulan revisi UU Nomor 23 Tahun 2014 mengenai perubahan ekonomi kreatif dari sub-urusan menjadi urusan pemerintahan. Selain itu, Kemenekraf bersama Kementerian Dalam Negeri akan mengelola Surat Keputusan Bersama (SKB) untuk memberikan pemahaman kepada pemerintah daerah tentang pentingnya ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Dukungan dalam Pemetaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Dalam pidatonya, Menekraf Riefky juga mengajak BRIN untuk membangun database bersama. Database ini akan memetakan potensi komersialisasi dan perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) bagi pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia. Selain itu, BRIN diharapkan dapat mendukung kajian-kajian strategis dalam pengembangan sub-sektor ekonomi kreatif guna mewujudkan kebijakan berbasis riset.

“Indonesia memiliki para peneliti terbaik yang kini tergabung di BRIN. Pengalaman dan keahlian mereka menjadi aset luar biasa bagi pengembangan ekonomi kreatif,” tambah Menekraf Riefky.

Optimisme Kolaborasi untuk Ekonomi Kreatif yang Lebih Kuat

Menekraf Riefky optimistis kolaborasi erat antara BRIN dan Kemenekraf akan membawa ekonomi kreatif berkontribusi lebih besar terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan investasi, ekspor, serta pertumbuhan PDB nasional.

Di sisi lain, Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, menyatakan dukungan penuh untuk akselerasi ekonomi kreatif nasional. “BRIN siap memfasilitasi pelaku ekraf dengan sentuhan teknologi dan inovasi berbasis IPTEK,” kata Tri Handoko.

Menuju Ekonomi Kreatif Berbasis Inovasi

Turut hadir dalam acara ini Wakil Kepala BRIN, Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, dan Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat, Dr. Agus Eko Nugroho. Kolaborasi ini menjadi langkah penting menuju ekonomi kreatif yang berbasis inovasi dan riset.

 

Sobat Ekraf, mari kita dukung kolaborasi ini agar ekonomi kreatif Indonesia semakin maju dan menjadi kebanggaan kita bersama! Dengan kreativitas dan inovasi, kita bisa menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Admin on Dec 04, 2024
Menpar: Kolaborasi dibutuhkan dalam Menyambut Nataru

Halo Sobat Ekraf! Libur akhir tahun sudah di depan mata, dan ini adalah momen penting bagi sektor pariwisata Indonesia. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengajak seluruh pelaku industri dan asosiasi pariwisata untuk memastikan persiapan yang matang demi menghadirkan pengalaman terbaik bagi wisatawan.

Dalam audiensi bersama berbagai asosiasi pariwisata di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (29/11/2024), Menpar menegaskan pentingnya memprioritaskan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan wisatawan selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Peluang Besar dari Pergerakan Wisatawan

Menurut data Kementerian Perhubungan, libur akhir tahun ini diperkirakan akan ada 110,67 juta pergerakan masyarakat, menjadi peluang besar untuk menggerakkan sektor pariwisata. Menpar Widiyanti Putri menyampaikan, “Kita harus memastikan kesiapan akomodasi, transportasi, dan destinasi selama periode tersebut agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan.”

Tren pariwisata Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Dari Januari hingga September 2024, tercatat 10,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 757,96 juta pergerakan wisatawan nusantara. Selain itu, Indonesia berhasil naik peringkat di Travel and Tourism Development Index (TTDI) menjadi peringkat ke-22 dunia, ke-6 di Asia Pasifik, dan ke-2 di ASEAN.

Tantangan dan Kolaborasi untuk Kemajuan Pariwisata

Meskipun pencapaian ini patut diapresiasi, Menpar juga mengingatkan bahwa sektor pariwisata Indonesia masih menghadapi tantangan, seperti kebersihan destinasi, kesiapan infrastruktur, dan keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, dan asosiasi sangat diperlukan.

Dalam audiensi tersebut, lebih dari 20 perwakilan asosiasi hadir, termasuk GIPI, ASPPI, PHRI, ASITA, dan ASTINDO. Menpar menekankan pentingnya mendengar langsung tantangan dan peluang dari para pelaku industri. “Kami ingin membuka peluang kolaborasi program yang lebih luas dan intensif untuk memajukan pariwisata nasional,” kata Menpar.

Fokus pada Pengalaman Terbaik Wisatawan

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa juga menambahkan bahwa pemerintah akan memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan selama libur akhir tahun. Hal ini termasuk langkah tegas untuk menangani pungutan liar dan memastikan kesiapan destinasi wisata melalui visitasi lapangan.

“Kami akan memaksimalkan fungsi Manajemen Krisis Kepariwisataan untuk menangani krisis, termasuk bencana alam, di destinasi wisata,” ujar Ni Luh Puspa.

Pertemuan Rutin untuk Tata Kelola yang Lebih Baik

Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Rizki Handayani, menuturkan bahwa pertemuan seperti ini akan diadakan secara rutin untuk memastikan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan pelaku industri. “Kami juga akan mengadakan pertemuan tematik untuk membahas kunjungan wisatawan atau tata kelola industri,” ujarnya.

Sobat Ekraf, mari bersama-sama dukung langkah pemerintah untuk menjadikan libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 sebagai momen tak terlupakan bagi wisatawan di Indonesia. Dengan kerja sama yang solid, kita bisa memastikan pariwisata Indonesia terus bersinar di kancah global!

Admin on Dec 04, 2024
IVRA ke-7 Perkuat Wisata Kesehatan

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar membanggakan dari dunia pariwisata dan kesehatan Indonesia. Pada Minggu, 1 Desember 2024, Indonesia menjadi tuan rumah 7th IVRA (International Virus Research Alliance) International Medical Conference yang berlangsung di JS Luwansa Hotel, Jakarta Selatan.

Event bergengsi ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dengan Kementerian Kesehatan, serta sejumlah asosiasi seperti POI (Perhimpunan Onkologi Indonesia), FIIM (Functional Integrative Innovative Medicine), PDUI (Persatuan Dokter Umum Indonesia), IHTPB (Indonesia Health Tourism Promotion Board), dan AWMI (Asosiasi Wisata Medis Indonesia).

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan event ini. “Penyelenggaraan IVRA ke-7 di Jakarta ini merupakan kesempatan besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai destinasi wisata kesehatan,” ujarnya.

Mengapa IVRA Penting?

Acara ini pada awalnya diinisiasi di masa pandemi COVID-19 di Korea Selatan untuk mendiskusikan penggunaan Hyperthermia Device dalam meningkatkan sistem imun. Kali ini, IVRA membawa dua segmen utama: spesialis onkologi dan dokter umum/integrative functional medicine doctors.

Pertemuan ini menjadi wadah transfer ilmu antara pakar kesehatan global dan Indonesia, terutama dalam upaya mengembangkan layanan kesehatan holistik dan integratif, khususnya dalam penanganan kanker. Sobat Ekraf, ini adalah langkah penting untuk memperbaiki kualitas layanan kesehatan sekaligus mendukung medical wellness tourism di Tanah Air.

Membangun Masa Depan Wisata Kesehatan Indonesia

Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf, Itok Parikesit, menambahkan bahwa acara ini menjadi peluang strategis untuk mempelajari lebih jauh manfaat Hyperthermia Device di Indonesia.

“Kami berharap konferensi ini mampu memberikan solusi pengembangan sentra integrative cancer care di Indonesia, mengingat meningkatnya jumlah pengidap kanker dan terbatasnya layanan kanker di berbagai provinsi,” jelas Itok.

Sobat Ekraf, langkah ini tak hanya membawa Indonesia ke kancah internasional, tetapi juga membuka peluang besar untuk menjadikan negeri ini sebagai destinasi unggulan wellness tourism. Dengan keindahan alam, budaya, dan potensi tenaga medis yang kita miliki, Indonesia siap bersaing di dunia wisata kesehatan global.

Yuk, terus dukung upaya ini demi Indonesia yang sehat, inovatif, dan semakin dikenal di dunia!

Admin on Dec 03, 2024
Keep The Wonder x Co-Branding Wonderful Indonesia” di Museum Nasional Jakarta

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar seru dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) yang menggelar aktivasi kolaborasi bertajuk “Keep The Wonder x Co-Branding Wonderful Indonesia” di Museum Nasional, Jakarta, pada 22 hingga 24 November 2024.

Acara ini menjadi bentuk nyata dari amplifikasi kampanye pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, melibatkan mitra co-branding Wonderful Indonesia dan masyarakat umum.

Mengapa “Keep The Wonder” Penting?

Menurut Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Ni Made Ayu Marthini, kampanye “Keep The Wonder” bukan hanya slogan, tetapi wujud nyata dari komitmen menjaga keberlanjutan alam dan budaya Indonesia.

“Masyarakat dunia mulai sadar akan isu sustainability, dan kita harus ikut ambil bagian di dalamnya demi Indonesia yang lestari. Kampanye ini mengajak kita semua menjaga keindahan ibu pertiwi dan ekosistemnya, termasuk alam dan lingkungan Indonesia,” ujar Ni Made Ayu Marthini.

Nama “Keep The Wonder” sendiri mencerminkan semangat untuk menjaga keajaiban alam dan budaya Indonesia, sekaligus mempromosikan pariwisata yang bertanggung jawab.

Keseruan Aktivasi “Keep The Wonder” di Museum Nasional

Selama tiga hari penuh, aktivasi ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik yang terbuka untuk umum, seperti:

  • Mengenal Kampanye Keep The Wonder melalui display informatif dan interaktif.
  • Photobooth Spesial bertema “Keep The Wonder” untuk mengabadikan momen seru Sobat Ekraf.
  • Lucky Spinner Giveaway berhadiah produk dari mitra co-branding Wonderful Indonesia.
  • Peluncuran Filter “Keep The Wonder” yang bisa Sobat Ekraf gunakan di media sosial untuk ikut menyebarkan semangat kampanye ini.

Kolaborasi untuk Pariwisata Berkelanjutan

Direktur Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Titus Haridjati, menjelaskan bahwa kampanye ini juga merupakan ajakan untuk semua pihak, termasuk akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media (pendekatan pentahelix), agar bersama-sama menjaga kelestarian alam dan budaya Indonesia.

Kami berharap aktivasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pesan Keep The Wonder dan Wonderful Indonesia. Semoga ini menginspirasi tindakan positif dalam berwisata, seperti menjaga lingkungan, melestarikan budaya, dan mendukung pariwisata Indonesia yang berkelanjutan jelas Titus.

Ayo, Dukung Kampanye “Keep The Wonder”!

Sobat Ekraf, ini saatnya kita ambil bagian! Melalui acara ini, kita tidak hanya diajak menikmati keindahan dan keunikan budaya, tetapi juga belajar untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan pariwisata berkelanjutan.

Jangan lewatkan kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan seru di Museum Nasional dan sebarkan semangat “Keep The Wonder” di media sosial kamu!

Admin on Nov 26, 2024
Desa Besakih Jadi Proyek Percontohan Gerakan Wisata Bersih

Halo Sobat Ekraf! Ada kabar membanggakan dari Desa Besakih, Karangasem, Bali. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyebut gerakan wisata bersih di Desa Besakih layak menjadi proyek percontohan untuk destinasi wisata lain di Indonesia.

Dalam acara Road To Gerakan Wisata Bersih: Edukasi Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata Menuju Desa Adat Bersih dan Sehat, Kamis (21/11/2024), Wamenpar Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pengelolaan sampah yang efektif dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menciptakan destinasi wisata yang bersih dan berkelanjutan.

“Kami harap pemberdayaan masyarakat dengan edukasi pengelolaan sampah yang efektif di Desa Besakih ini bisa menjadi proyek percontohan penerapan gerakan wisata bersih,” ujarnya.

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Desa Bersih dan Sehat

Gerakan ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk:

  • GoTo Impact Foundation melalui Konsorsium Sukla Project,
  • Bali Waste Cycle, Rebricks, dan Wastehub,
  • Dinas Provinsi Bali, Dinas Kabupaten Karangasem, dan Pemerintah Desa,
  • serta melibatkan insan media dan stakeholder lainnya.

Fokus utama kolaborasi ini adalah menangani permasalahan sampah di destinasi wisata.

“Upaya menciptakan desa yang bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah terpadu dan menjaga lingkungan Bali akan mendorong implementasi ekonomi sirkular dan ekonomi hijau menjadi nyata,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.

Langkah Nyata Menuju Lingkungan Wisata Berkelanjutan

Gerakan Wisata Bersih ini diwujudkan melalui beberapa langkah konkret, seperti:

  • Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Wisata Bersih untuk mengawasi kebersihan destinasi,
  • Pemberdayaan masyarakat desa wisata untuk menjaga kebersihan lingkungan,
  • Edukasi terkait penanganan sampah dan pelestarian lingkungan.

Dengan pendekatan ini, Wamenpar optimistis bahwa destinasi wisata Indonesia dapat menjadi lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

“Kami memandang ke depan akan terbangun destinasi wisata yang lebih bersih, lebih sehat, dan berwawasan lingkungan,” ungkapnya.

Inspirasi untuk Destinasi Wisata Lainnya

Wamenpar Ni Luh Puspa juga berharap gerakan ini dapat diperluas ke destinasi wisata lainnya di seluruh Indonesia.

“Kolaborasi seperti ini perlu diamplifikasikan secara masif sehingga menjadi inspirasi bagi berbagai pihak,” tegasnya.

Sobat Ekraf, ini adalah contoh nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan perubahan positif bagi destinasi wisata. Yuk, kita dukung gerakan ini dan terlibat aktif dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan, mulai dari tempat wisata di sekitar kita!

Admin on Nov 25, 2024
Kolaborasi untuk Dukung Modest Fashion Lebih Maju

Halo, Sobat Ekraf! Ada kabar menarik dari industri modest fashion Indonesia. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf) Irene Umar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia.

Dalam acara FGD Strategi Nasional Indonesia Sebagai Pusat Modest Fashion Dunia, yang digelar di kantor Kementerian UMKM pada Kamis (21/11/2024), Wamenekraf Irene menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mendominasi pasar modest fashion global.

“Saya berharap kita bisa membanjiri produk-produk modest fashion tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di negara lain. Market sangat siap menerima kita,” ujar Irene.

Indonesia, Pemain Besar di Modest Fashion Global

Menurut laporan State of Global Islamic Economy (SGIE) tahun lalu, produk modest fashion Indonesia menempati peringkat ketiga dunia, di bawah Turki dan Malaysia. Meski begitu, Irene mengingatkan bahwa posisi ini belum mencerminkan potensi maksimal Indonesia.

“Populasi Muslim kita mencapai 245 juta jiwa. Angka ini jauh lebih besar dari Malaysia. Sudah saatnya kita optimalkan ini untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia,” kata Irene.

Ia juga menyebut bahwa Indonesia sudah sejak lama menjadi pusat belanja produk modest fashion bagi negara lain. Tanah Abang, misalnya, telah menjadi destinasi favorit pelaku bisnis Malaysia untuk membeli jilbab dan produk lainnya.

Hilirisasi: Tantangan dan Peluang

Namun, Irene menggarisbawahi bahwa salah satu kendala terbesar industri modest fashion Indonesia adalah proses hilirisasi. Banyak pelaku industri kesulitan mendapatkan bahan baku tekstil lokal berkualitas, sehingga harus mengimpor dari luar negeri seperti Tiongkok.

“Kita tidak ada masalah dari segi desain dan kreativitas. Tapi, kita harus melihat masalah dalam hilirisasi ini,” tegas Irene.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi, termasuk memberdayakan UMKM penghasil benang dan kain lokal agar dapat menjadi tulang punggung industri modest fashion.

Gotong Royong untuk Masa Depan Emas

Dalam arahannya, Irene mengutip pesan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Kita harus gotong-royong, bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga melibatkan sektor swasta, pelaku industri, hingga konsumen,” ujar Irene.

FGD ini menjadi langkah awal penting untuk memperkuat fondasi industri modest fashion Indonesia. Dengan kolaborasi lintas sektor, Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di pasar lokal, tetapi juga siap menaklukkan pasar global.

Sobat Ekraf, Ayo Dukung Modest Fashion Indonesia!

Sobat Ekraf, mari kita dukung langkah besar ini dengan terus mengembangkan kreativitas, mendukung produk lokal, dan berkolaborasi untuk membangun ekosistem modest fashion yang lebih kuat. Dengan kerja sama, mimpi menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia bukanlah hal yang mustahil. 

Admin on Nov 25, 2024
MenPar: Penyebaran Wisatawan Bali tidak Merata!

Halo, Sobat Ekraf! Ada kabar penting dari sektor pariwisata Bali. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa padatnya wisatawan di sejumlah destinasi favorit di Bali bukan karena jumlah wisatawan yang berlebihan, tetapi karena penyebaran wisatawan yang belum merata. Mayoritas wisatawan menumpuk di Bali bagian selatan, sementara potensi wisata di Bali bagian utara dan barat masih belum banyak digali.

Solusi Pemerataan Wisatawan di Bali

Dalam keterangannya pada Jumat (22/11/2024), Menpar Widiyanti mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata (Kemenparekraf) terus mendorong pemerataan wisatawan di Bali melalui langkah konkret. Salah satunya adalah peluncuran paket wisata 3B: Banyuwangi-Bali Barat-Bali Utara pada September 2024.

“Paket wisata ini menawarkan kekayaan destinasi di setiap daerah, mulai dari alam, budaya, produk wisata buatan, hingga desa wisata,” kata Menpar Widiyanti.

Beberapa destinasi yang termasuk dalam paket wisata ini antara lain:

  • Bali Utara: Desa Wisata Les, Lovina, dan Pemuteran.
  • Kabupaten Jembrana: Taman Nasional Bali Barat dengan daya tarik burung Jalak Bali.
  • Banyuwangi: Desa Wisata Kemiren, G-Land, Alas Purwo, dan Kawah Ijen.

Langkah Nyata untuk Pariwisata Berkelanjutan

Kemenparekraf juga melibatkan komunitas lokal dan mengundang wartawan nasional maupun asing untuk meliput destinasi di Kabupaten Buleleng, Bali Utara. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan eksposur dan mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Menurut Menpar Widiyanti, pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi ketimpangan wisata sekaligus menciptakan pariwisata yang lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

“Kami optimistis dengan langkah ini, pariwisata Bali akan lebih merata, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi semua pihak,” ujarnya.

Pengelolaan Pariwisata yang Lebih Baik

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Hariyanto, menambahkan bahwa Kemenparekraf berkomitmen untuk terus mengembangkan kebijakan pariwisata yang berkelanjutan, termasuk:

  1. Mengatasi masalah lingkungan seperti pengelolaan sampah dan polusi.
  2. Melindungi budaya lokal dari tekanan sosial akibat pariwisata.
  3. Meningkatkan koordinasi lintas lembaga untuk menindak wisatawan yang melanggar hukum atau norma adat.

“Manajemen destinasi adalah fokus utama kami. Wisatawan didistribusikan secara merata, tidak hanya di Bali, tetapi juga ke 5 Destinasi Super Prioritas (DPSP) lainnya seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang,” ujar Hariyanto.

Edukasi dan Regulasi untuk Wisatawan

Kemenparekraf juga gencar mempromosikan pariwisata berbasis masyarakat, memperkuat regulasi lingkungan, dan mengedukasi wisatawan agar lebih menghormati budaya lokal serta menjaga kelestarian alam Bali.

Sobat Ekraf, mari kita dukung langkah ini dengan menjadi wisatawan yang bertanggung jawab! Dengan pemerataan wisata dan pariwisata berkelanjutan, kita bisa bersama-sama menjaga Bali sebagai destinasi impian dunia yang ramah lingkungan dan penuh potensi. 

Admin on Nov 25, 2024
MenPar undang UEA untuk Investasi di Indonesia

Halo, Sobat Ekraf! Ada kabar baik dari sektor pariwisata Indonesia. Pada Sabtu, 23 November 2024, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab (UEA). Dalam rangkaian kunjungannya di Abu Dhabi, Menpar bertemu dengan sejumlah pihak strategis untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dan mengundang lebih banyak investasi dari UEA.

Kerja Sama dengan UEA untuk Pariwisata Indonesia

Menpar Widiyanti bertemu dengan Minister of Economy UAE, Abdulla Bin Touq Al Marri, serta sejumlah perusahaan besar seperti Nirvana Travel & Tourism, Haliburg Group, dan Etihad Airways. Dalam pertemuan tersebut, ia memaparkan potensi pariwisata Indonesia, termasuk lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan sepuluh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

“Indonesia memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Dengan investasi yang terus meningkat, kami optimistis sektor ini dapat menjadi penggerak utama ekonomi nasional,” ujar Menpar Widiyanti.

Lonjakan Investasi UEA di Sektor Pariwisata

Pada tahun 2023, realisasi investasi UEA di sektor pariwisata Indonesia meningkat hampir enam kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai angka 3,4 juta dolar AS. Hingga 2024, jumlah ini telah bertambah sebesar 1,8 juta dolar AS, menjadikan total investasi dalam tiga tahun terakhir mencapai 5,66 juta dolar AS.

“Angka ini menunjukkan kepercayaan tinggi investor UEA terhadap potensi pariwisata Indonesia. Kami ingin terus memperluas peluang ini,” kata Menpar.

Promosi Destinasi dan Kemitraan Strategis

Menpar Widiyanti juga memanfaatkan kunjungannya untuk mempromosikan destinasi unggulan Indonesia kepada wisatawan dan investor UEA. Lima DPSP yang menjadi fokus utama adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalik, Labuan Bajo, dan Likupang.

Menurut Menpar, DPSP dan KEK telah dipersiapkan dengan infrastruktur, promosi, dan kebijakan yang mendukung untuk menarik wisatawan serta investor. “Setiap destinasi adalah perpaduan unik antara budaya, keindahan alam, dan peluang bisnis yang belum dimanfaatkan,” jelasnya.

Kerja Sama dengan Etihad Airways

Dalam pertemuan dengan Etihad Airways, Menpar Widiyanti membahas potensi promosi pariwisata melalui program-program kreatif. Salah satunya adalah mengundang Key Opinion Leaders (KOL) dan operator tur ternama ke Indonesia, di mana Etihad Airways akan menanggung tiket internasional, sementara Kemenparekraf mendukung akomodasi dan transportasi lokal.

“Saya berharap ke depan kita dapat menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Etihad Airways untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia,” katanya.

Daya Tarik Pariwisata yang Didukung Iklim Investasi Kondusif

Selain destinasi unggulan, Menpar Widiyanti menekankan bahwa Indonesia kini memiliki iklim investasi yang semakin kondusif. Dengan peringkat kredit BBB+, stabilitas ekonomi dan keuangan Indonesia diakui dunia. Pemerintah juga telah mengadopsi kebijakan seperti Pendekatan Berbasis Risiko dan sistem Online Single Submission (OSS) untuk mempermudah investor.

“Kami terbuka untuk bisnis dan siap bermitra dengan investor untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera,” tegasnya.

Kuliner Nusantara di Abu Dhabi

Selain fokus pada investasi, Menpar Widiyanti juga meninjau Rempah Indonesian Restaurant, sebuah restoran yang menyajikan makanan khas Indonesia di Abu Dhabi. Restoran ini diharapkan menjadi jembatan budaya dan promosi kuliner Nusantara di UEA.

Sobat Ekraf, Ayo Dukung Pariwisata Indonesia!

Kunjungan Menpar Widiyanti ke UEA adalah bukti komitmen kuat untuk menjadikan pariwisata Indonesia semakin maju dan mendunia. Sobat Ekraf, mari bersama mendukung upaya ini dengan terus mempromosikan destinasi lokal dan menjaga keindahan budaya kita.

Dengan kerja sama internasional yang solid, pariwisata Indonesia siap menjadi salah satu sektor unggulan yang menggerakkan roda ekonomi nasional!

Admin on Nov 25, 2024